Tinjau Kampung Nelayan Merah Putih, Luwu Utara Usulkan 20 Titik Baru untuk 2027

LUWU UTARA, SULSELPASTI.COM — Pengembangan Kampung Nelayan Merah Putih (KNMP) di Kabupaten Luwu Utara mendapat perhatian pemerintah pusat. Penasihat Menteri Kelautan dan Perikanan, Dr. Y. Paonganan, meninjau langsung progres pembangunan KNMP di dua lokasi, yakni Desa Munte, Kecamatan Tanalili, dan Desa Tamuku, Kecamatan Bone-Bone.

Kunjungan tersebut dilakukan untuk memastikan pembangunan KNMP berjalan sesuai rencana sekaligus melihat kesiapan berbagai fasilitas yang akan menunjang aktivitas masyarakat nelayan.

Paonganan mengatakan, pembangunan KNMP di Luwu Utara pada 2026 mendapat dukungan anggaran sekitar Rp11 miliar. Program tersebut diarahkan untuk memperkuat aktivitas nelayan sekaligus mendorong pertumbuhan ekonomi masyarakat pesisir.

“Kunjungan di dua lokasi tersebut dilakukan untuk memastikan progres pembangunan berjalan sesuai rencana,” ujar Paonganan, Sabtu (17/9/2026).

Dalam peninjauan itu, sejumlah fasilitas pendukung aktivitas nelayan turut diperiksa. Di antaranya pabrik es, cold storage, bengkel perbekalan, kios nelayan, shelter pendaratan ikan, hingga Stasiun Pengisian Bahan Bakar Nelayan (SPBUN).

Menurut Paonganan, keberadaan fasilitas tersebut diharapkan mampu membangun ekosistem usaha perikanan yang lebih terintegrasi.

Mulai dari persiapan nelayan sebelum melaut, proses pendaratan, penyimpanan hasil tangkapan, hingga pemasaran, seluruhnya diharapkan dapat ditopang melalui fasilitas KNMP.

“Kehadiran fasilitas ini diharapkan dapat mendukung nelayan mulai dari persiapan melaut, pendaratan dan penyimpanan hasil tangkapan hingga pemasaran,” katanya.

Ia menambahkan, KNMP juga diarahkan untuk meningkatkan hasil tangkapan nelayan, memperluas akses pasar perikanan, serta memperkuat penyerapan hasil tangkapan melalui skema offtaker.

Di sisi lain, Pemerintah Kabupaten Luwu Utara melihat program tersebut memiliki peluang untuk diperluas ke wilayah pesisir lainnya.

Bupati Luwu Utara mengusulkan agar pembangunan KNMP tidak berhenti pada dua lokasi yang telah berjalan saat ini. Untuk 2027, Pemkab Luwu Utara mengusulkan pembangunan KNMP di sekitar 15 hingga 20 titik baru.

Usulan tersebut menjadi bagian dari upaya memperluas manfaat program sekaligus memperkuat rantai usaha perikanan di berbagai wilayah pesisir Luwu Utara.

Dengan bertambahnya titik KNMP, pemerintah daerah berharap semakin banyak nelayan yang memperoleh akses terhadap fasilitas produksi, penyimpanan, perbekalan, bahan bakar, hingga pasar.

Pengembangan KNMP juga diharapkan tidak hanya meningkatkan produktivitas nelayan, tetapi turut membuka ruang pertumbuhan ekonomi baru bagi masyarakat pesisir.

Pemkab Luwu Utara berharap usulan penambahan titik KNMP tersebut dapat mendapat dukungan pemerintah pusat sehingga pengembangan kawasan nelayan dapat dilakukan secara lebih luas dan berkelanjutan. (*)

Comment