Bupati Andi Rahim Paparkan 3 Strategi Pengentasan Kemiskinan Luwu Utara di Hadapan BP-Taskin

JAKARTA, SULSELPASTI.COM — Bupati Luwu Utara, Andi Abdullah Rahim, memaparkan tiga strategi utama pengentasan kemiskinan dalam audiensi bersama Badan Percepatan Pengentasan Kemiskinan (BP-Taskin) di Jakarta, Rabu (11/2/2026).

Pertemuan ini menjadi langkah strategis Pemerintah Kabupaten Luwu Utara untuk menyinkronkan program daerah dengan kebijakan nasional dalam percepatan penanggulangan kemiskinan ekstrem.

Dalam pemaparannya, Andi Rahim menjelaskan tiga strategi unggulan Pemda Luwu Utara untuk menekan angka kemiskinan di daerah berjuluk Bumi La Maranginang.

Strategi pertama difokuskan pada pengurangan beban biaya hidup melalui program bantuan dan subsidi yang tepat sasaran. Tujuannya agar pendapatan masyarakat rentan tidak habis untuk kebutuhan dasar, sehingga dapat dialokasikan untuk kegiatan produktif.

“Pendapatan masyarakat rentan jangan sampai hanya habis untuk kebutuhan pokok. Harus ada ruang untuk peningkatan kesejahteraan,” jelasnya.

Strategi kedua menitikberatkan pada peningkatan pendapatan masyarakat miskin melalui penguatan kapasitas ekonomi dan daya saing.

Salah satu fokus utama adalah pengembangan potensi kawasan pesisir. Dengan panjang garis pantai sekitar 72,65 kilometer, Luwu Utara dinilai sangat potensial untuk pengembangan rumput laut, ikan kerapu, lobster, hingga budidaya keramba laut.

Pengelolaan kawasan sempadan pantai diprioritaskan karena memiliki nilai strategis dan ekonomi yang tinggi dalam mendukung pertumbuhan sektor kelautan dan perikanan.

Strategi ketiga diarahkan pada penanganan wilayah kantong kemiskinan melalui perbaikan infrastruktur dan kualitas lingkungan. Langkah ini bertujuan mengurangi ketimpangan layanan dasar serta meningkatkan kualitas hidup masyarakat di wilayah terisolasi.

Andi Rahim menegaskan, pengentasan kemiskinan harus dilakukan secara terukur dan berbasis data akurat by name by address agar program pemerintah tepat sasaran.

“Kita tidak hanya memberi ikan, tetapi juga kailnya. Data harus akurat agar intervensi benar-benar efektif,” tegasnya.

BP-Taskin menyambut positif strategi yang dipaparkan Bupati Luwu Utara. Program tersebut dinilai sejalan dengan visi pemerintah pusat dalam menghapus kemiskinan ekstrem.

Salah satu program yang mendapat respons kuat adalah pengembangan rumput laut. Indonesia saat ini merupakan produsen rumput laut terbesar kedua di dunia dengan produksi mencapai 9,6 juta ton dalam lima tahun terakhir.

Kepala Bapperida Luwu Utara, Aspar, yang turut mendampingi audiensi, menyebut pemerintah pusat siap membuka kerja sama intensif, termasuk menghubungkan investor dan NGO yang berminat pada sektor rumput laut, bahkan dari Jepang.

Dengan potensi sumber daya alam yang besar dan strategi pemberdayaan yang terarah, Pemda Luwu Utara optimistis angka kemiskinan dapat ditekan secara signifikan melalui kolaborasi bersama pemerintah pusat. (*)

Comment