SOPPENG, SULSELPASTI.COM— Pemerintah Provinsi Sulawesi Selatan resmi memulai Program Multiyears Project (MYP) pembangunan dan rehabilitasi daerah irigasi dengan total anggaran sekitar Rp764 miliar. Proyek strategis ini ditandai dengan groundbreaking rehabilitasi Daerah Irigasi (DI) Paket 2 Tahun Anggaran 2026–2027 oleh Gubernur Andi Sudirman Sulaiman.
Groundbreaking dipusatkan di DI Leworeng, Desa Tottong, Kecamatan Donri-donri, Kabupaten Soppeng, Rabu (8/4/2026). Lokasi ini menjadi titik awal pelaksanaan proyek di bawah kepemimpinan Gubernur Andi Sudirman Sulaiman bersama Wakil Gubernur Fatmawati Rusdi.
Kegiatan tersebut dihadiri Bupati Soppeng Suwardi Haseng, Wakil Bupati Selle KS Dalle, unsur Forkopimda, jajaran OPD Pemprov Sulsel, serta para petani setempat.
Gubernur Andi Sudirman menegaskan, program MYP ini merupakan wujud komitmen Pemprov Sulsel dalam memperkuat sektor pertanian melalui peningkatan kualitas dan fungsi jaringan irigasi.
“Groundbreaking dimulai di Soppeng untuk tiga daerah irigasi—Leworeng, Latenreng, dan Salobunne—dengan total nilai sekitar Rp77 miliar, guna mengembalikan fungsi irigasi yang rusak lebih dari 50 persen,” ujarnya.
Ia menjelaskan, penuntasan tiga DI di Soppeng tersebut berpotensi memperluas layanan irigasi hingga lebih dari 3.000 hektare sawah, sehingga total area teririgasi kembali normal mencapai sekitar 5.300 hektare.
“Ini juga mencakup operasi dan pemeliharaan jaringan irigasi agar memudahkan petani serta mendukung swasembada pangan nasional,” tambahnya.
Gubernur berharap seluruh tahapan proyek berjalan lancar, selesai tepat waktu, dan memberi dampak nyata bagi kesejahteraan petani.
“Kami berharap manfaatnya benar-benar dirasakan masyarakat,” pungkasnya.
Sebagai informasi, Paket 2 rehabilitasi MYP mencakup tiga kabupaten—Soppeng, Bone, dan Wajo—dengan nilai sekitar Rp268,9 miliar dan total penanganan 13 Daerah Irigasi. Di Kabupaten Bone meliputi DI Unyi, Lanca, Jaling, Salomekko, Waru-Waru, Bengo, Selli Coppobulu, dan Lalengrie; di Soppeng meliputi DI Latenreng, Salobunne, dan Leworeng; serta di Wajo mencakup DI Cilellang dan Cenrana.
Secara keseluruhan, Program MYP Pembangunan Irigasi Sulawesi Selatan menargetkan layanan area irigasi seluas kurang lebih 54.000 hektare dan direncanakan berlangsung selama dua tahun anggaran, 2026–2027. (*)

Comment