Dari Tompobulu ke Bali, Lima Atlet Arung Jeram Maros Tembus Kejurnas

MAROS, SULSELPASTI.COM — Lima atlet arung jeram Kabupaten Maros mencatat langkah baru. Setelah sebelumnya berkompetisi di tingkat daerah, para atlet muda tersebut kini mendapat kesempatan tampil di ajang nasional di luar Sulawesi Selatan.

Kelima atlet Federasi Arung Jeram Indonesia (FAJI) Kabupaten Maros itu akan berlaga pada Kejuaraan Nasional Arung Jeram Indonesia 2026 di Sungai Ayung, Bali, yang berlangsung 21–28 September 2026.

Keberangkatan para atlet tersebut ditandai dengan pelepasan secara simbolis oleh Ketua Komite Olahraga Nasional Indonesia (KONI) Kabupaten Maros, Chaerul Syahab. Dalam kegiatan itu turut hadir Ketua FAJI Maros, H Mustahir.

Chaerul mengatakan, keikutsertaan atlet arung jeram Maros pada kejurnas menjadi catatan penting dalam perkembangan cabang olahraga tersebut di daerah.

“Ini pertama kali mereka mengikuti kejuaraan di luar Sulsel,” kata Chaerul.

Menurutnya, sebelum menembus kejuaraan nasional, atlet arung jeram Maros lebih banyak mengikuti kompetisi tingkat daerah, termasuk Kejuaraan Daerah (Kejurda) Arung Jeram yang digelar di Kecamatan Tompobulu, Maros.

Meski tergolong sebagai cabang olahraga baru di Kabupaten Maros, Chaerul menilai keikutsertaan dalam kejurnas merupakan capaian yang patut diapresiasi.

“Cabor arung jeram ini memang masih tergolong baru di Maros. Bahkan baru ditetapkan sebagai anggota KONI pada awal tahun ini. Namun, keikutsertaannya dalam kejurnas ini patut diapresiasi,” ujarnya.

Ia berharap kesempatan tersebut dapat menjadi pengalaman berharga bagi para atlet sekaligus membuka ruang lebih besar bagi pembinaan atlet-atlet muda di Kabupaten Maros.

Terlebih, lima atlet yang dikirim ke Bali merupakan atlet kategori U-19. Usia muda tersebut dinilai menjadi modal penting untuk pengembangan prestasi dalam jangka panjang.

“Semoga bisa membawa nama harum Sulawesi Selatan secara umum dan Kabupaten Maros secara khusus. Apalagi atlet yang dikirim kategori U-19, atlet yang bisa dibilang sangat muda,” katanya.

Chaerul menyebut Maros memiliki sejumlah atlet muda potensial yang perlu terus mendapat ruang pembinaan dan pengalaman bertanding.

“Kita punya aset muda, atlet muda potensial,” ujarnya.

Ia juga menyebut arung jeram memiliki peluang untuk terus berkembang di Maros. Tahun ini, cabang olahraga tersebut masuk dalam agenda ekshibisi yang diharapkan menjadi bagian dari proses menuju dipertandingkannya arung jeram secara resmi pada Pekan Olahraga Provinsi (Porprov) mendatang.

“Diharapkan di Porprov selanjutnya pada 2030, arung jeram bisa resmi diperlombakan dan Arung Jeram Maros bisa mempersembahkan prestasi untuk Kabupaten Maros,” jelasnya.

Sementara itu, Ketua FAJI Kabupaten Maros, H Mustahir, mengatakan keikutsertaan lima atlet asal Tompobulu pada kejurnas merupakan bagian dari proses pembinaan yang selama ini dilakukan.

Menurutnya, para atlet telah menjalani latihan dan persiapan sebelum diberangkatkan untuk mengikuti kompetisi di Bali.

“Kami berharap atlet-atlet dari Tompobulu bisa memberikan kemampuan terbaik dan membawa nama baik Sulawesi Selatan dalam kejuaraan nasional ini,” kata Mustahir.

Ia menjelaskan, Kecamatan Tompobulu memiliki potensi besar untuk pengembangan olahraga arung jeram. Kondisi alam dan karakter wilayah tersebut dinilai mendukung proses pembinaan atlet.

Selain menjadi ajang untuk mengukur kemampuan, keikutsertaan di tingkat nasional juga diharapkan dapat memberikan pengalaman serta meningkatkan mental bertanding para atlet muda Maros.

Mustahir turut mengapresiasi dukungan KONI Kabupaten Maros terhadap keberangkatan atlet FAJI Maros ke Bali.

“Kami menyampaikan terima kasih kepada KONI Maros yang terus memberikan dukungan kepada atlet-atlet kami. Dukungan seperti ini sangat berarti bagi pembinaan dan pengembangan olahraga di Maros,” ujarnya.

Ia berharap dukungan terhadap pembinaan arung jeram dapat terus berlanjut sehingga atlet Maros tidak hanya mampu berprestasi di tingkat daerah, tetapi juga memiliki daya saing di tingkat nasional.

“Kami ingin pembinaan terus berjalan sehingga atlet dari Maros tidak hanya tampil di tingkat daerah, tetapi juga mampu bersaing di tingkat nasional,” pungkasnya. (*)

Comment