Tari Mangkasara’ Butta Kalasukangku dari Sanggar Seni Patonro Binaan Disbud Makassar Buka Rakorsus Pemkot

MAKASSAR, SULSELPASTI.COM — Tari Mangkasara’ Butta Kalasukangku mengawali rangkaian Rapat Koordinasi Khusus (Rakorsus) tahun 2024 yang digelar Pemerintah Kota Makassar di Hotel Four Points Makassar, Senin (26/2/2024).

Tarian ini dibawakan oleh personel dari Sanggar Patonro, binaan Dinas Kebudayaan Kota Makassar.

Tarian yang berasal dari Makassar ini menceritakan tentang kerinduan seorang perantau akan tanah kelahirannya yang menjunjung tinggi dan menghormati budaya leluhur serta adat istiadatnya.

Dengan gerakan yang anggun dan ritme yang memukau, tarian tersebut berhasil memukau para peserta Rakorsus serta tamu undangan yang hadir.

Diketahui, kegiatan Rakorsus Pemkot Makassar yang berlangsung selama satu hari penuh ini bertujuan untuk membahas berbagai program prioritas dan strategi pembangunan Kota Makassar untuk satu tahun ke depan.

Kegiatan ini diisi dengan diskusi terkait Low Carbon City dengan Metavers, pertemuan antarinstansi, hingga peluncuran tagline baru Kota Makassar bertajuk Makassar Kota Festival Tepian Air.

Wali Kota Makassar Moh Ramdhan Pomanto menyampaikan bahwa Rakorsus ini sudah berlangsung selama 7 kali.

“Inilah motor engine Kota Makassar untuk memacu dan memicu SKPD untuk saling berkolaborasi dan memberi ide,” ucap Danny, sapaan akrabnya.

Rakorsus ini dibuka secara langsung oleh Kepala Badan Strategis Kebijakan Dalam Negeri Kementerian Dalam Negeri RI, Dr Yusharto Huntoyungo.

Dalam sambutannya, Yusharto menyampaikan apresiasi kepada Wali Kota Makassar, yang telah menunjukkan prestasinya, menghantarkan Makassar sebagai kota terinovatif di Indonesia dengan 107 inovasi.

“Prestasi terbaik melaporkan 107 inovasi dan semuanya memiliki tingkat kemanfaatan yang cukup tinggi dibanding daerah lain,” ujarnya.

Selain inovasi yang dilahirkan, tercatat pula bahwa inisiator di kota Makassar lebih didominasi dari kalangan ASN.

Yusharto pun menambahkan, dengan banyaknya inovasi yang ada, disampaikan bahwa banyak inovasi yang dapat direplika oleh daerah lain.

“Bentuk inovasi didominasi dalam bentuk pelayanan publik, dan tercatat ada 18 inovasi digital dan 95 inovasi non digital,” lanjutnya.

Rakorsus yang mengusung tema Makassar Low Carbon City With Metaverse, juga merupakan inovasi yang tidak terpisahkan dari penyelesaian permasalahan sebagai tugas pemerintah.

“Rakorsus ini menjadi contoh praktek yang sangat baik, melibatkan banyak stakholer, dan menujukkan sinergitas antara pemerintah pusat dan daerah,” tuturnya.

Dari Disbud Makassar, hadir dalam Rakorsus tersebut Sekretaris Dinas, Muhammad Fadli Tahar bersama Kabid Sarana dan Prasarana Disbud, Andi Natsir Halid dan Kepala Bidang Kekayaan Budaya, Dinas Kebudayaan Kota Makassar, Ludfi. (*)

Comment