MAKASSAR, SULSELPASTI.COM – Asep Syarip Hidayat terpilih sebagai Ketua Dewan Pengurus Daerah Himpunan Pengembangan Jalan Indonesia (HPJI) Sulsel, dalam Rapat Umum Daerah ke-5 (RUD-5), di Hotel Dalton Makassar, Senin, 2 Desember.
Asep akan memimpin organisasi ini dalam periode 2024-2028. Pada forum ini, dia terpilih secara aklamasi untuk menggantikan posisi Prof. Lambang Basri, yang menjabat sebagai Ketua pada periode 2020-2024.
Asep mengatakan, forum RUD ini memang agenda yang sudah terjadwal dan tercantum dalam AD/ART HPJI. Sehingga, ini menjadi momen untuk mendorong keberlanjutan berkaitan dengan program yang telah dicanangkan oleh kepengurusan sebelumnya.
“Memang ada beberapa program yang sudah dijalankan kepengurusan sebelumnya, sudah berhasil dan tercapai. Namun pada prinsipnya, HPJI ini harus berperan aktif dalam meningkatkan profesionalisme anggota melalui program pelatihan, sertifikasi, dan kolaborasi dalam penerapan teknologi,” ujarnya.
Lebih lanjut dia mengatakan, untuk mewujudkan segala cita-cita yang baik dalam organisasi, dia menganggap penting untuk membangun sinergi dengan berbagai pihak, termasuk para pemangku kebijakan.
Hal ini dilakukan demi menjaga tumbuh kembang pembangunan di Sulawesi Selatan. Termasuk juga dalam hal memastikan semua pekerjaan jalanan bisa terwujud dengan mutu dan kualitas yang mumpuni, tidak di bawah standar yang ada.
“Kami juga harus mengembangkan sinergi dengan semua pemangku kepentingan. Ini untuk memastikan proyek-proyek jalan di Indonesia itu memenuhi standar mutu yang tinggi, juga mengedukasi pembangunan jalan berkelanjutan, baik dari segi teknis, lingkungan, maupun sosial,” lanjutnya.
Kabalai BPJN Sulsel itu juga mengatakan, yang tidak kalah penting dari semua ini adalah mendorong inovasi dan mengadopsi teknologi canggih, serta pengunaan material yang ramah lingkungan. Menurutnya, HPJI ini sebagai fasilitator untuk mengembangkan itu harus memastikan semuanya berjalan dengan baik.
“Ini juga salah satu upaya kami dalam mendukung Asta Cita pemerintah. Poin ke tiga dan empat itu mengenai keberlanjutan pembangunan infrastruktur dan SDM. HPJI ini terlibat dalam peningkatan SDM-nya,” tuturnya.
Asep juga menegaskan, HPJI tidak mengusung hal yang neko-neko. Mereka hanya fokus pada kontribusi kepada negara dan daerah, sehingga visi-dan misi yang mereka bawa sama saja dengan kepengurusan sebelumnya.
Sehingga, hal yang sudah ditanamkan pengurus sebelumnya akan dilanjutkan. Kemudian hal-hal yang belum tuntas akan dituntaskan, dan kepengurusan yang baru nantinya akan mencoba membenahi hal-hal yang kurang.
“Intinya, apa yang sudah diletakkan akan kami usung lewat misi keberlanjutan. Tujuannya, agar pembangunan di Sulsel berkembang pesat, baik SDM-nya maupun infrastrukturnya. Ini akan berhasil kalau ada kolaborasi, tidak boleh ada ego sektoral,” tegasnya.
Sementara salah satu formatur, Hasbi, menegaskan bahwa struktur kepegurusan akan dituntaskan sebelum awal tahun. Sebab kata dia, pada awal tahun semuanya sudah harus berjalan dengan normal, termasuk pelantikannya juga sudah harus selesai.
“Saya sebagai formatur diberi amanah oleh organisasi untuk menyusun kepengurusan periode ke depan. Targetnya sih awal tahun sudah pelantikan dan sebagainya, jadi sebelum itu harus sudah selesai semua struktur kepengurusannya,” terangnya. (*)

Comment