GOWA, SULSELPASTI.COM — Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Gowa terus mendorong percepatan pembangunan Bendungan Jenelata demi memastikan manfaat nyata bagi masyarakat. Upaya ini ditandai dengan kegiatan pemberitahuan rencana pembangunan yang digelar di Kantor Desa Moncongloe, Kecamatan Manuju, Senin (13/4).
Bupati Gowa, Sitti Husniah Talenrang, menegaskan bahwa Bendungan Jenelata merupakan proyek strategis yang akan memberikan dampak besar bagi daerah, bahkan menjadi satu-satunya bendungan di Sulawesi Selatan dengan potensi manfaat luas.
“Pembangunan bendungan ini menjadi kebanggaan karena akan memberi manfaat besar bagi masyarakat Gowa,” ujarnya.
Ia menjelaskan, kegiatan sosialisasi ini bertujuan agar masyarakat memahami proses pembangunan, manfaat proyek, serta jaminan hukum dalam pengadaan tanah.
Talenrang juga menekankan pentingnya sinergi semua pihak agar proyek berjalan lancar tanpa mengabaikan perlindungan terhadap masyarakat.
“Proyek ini membutuhkan dukungan bersama agar manfaatnya maksimal dan masyarakat tetap terlindungi dari potensi dampak,” tambahnya.
Pemkab Gowa, lanjutnya, berkomitmen mengawal proses pengadaan tanah secara adil dan transparan, termasuk memastikan ganti rugi dilakukan sesuai aturan yang berlaku.
“Kami pastikan tidak ada masyarakat yang dirugikan. Semua proses harus terbuka agar berjalan lancar,” tegasnya.
Sementara itu, Asisten I Bidang Pemerintahan dan Kesra Pemprov Sulawesi Selatan, Ishaq Iskandar, menyebut Bendungan Jenelata dirancang sebagai proyek terpadu sumber daya air dengan kapasitas besar.
Bendungan ini nantinya akan mendukung irigasi, penyediaan air baku, pembangkitan listrik, pengendalian banjir, hingga pengembangan sektor pariwisata.
“Jika didukung bersama, bendungan ini akan memperkuat swasembada pangan dan energi, sekaligus membuka peluang ekonomi baru bagi masyarakat,” jelasnya.
Kegiatan tersebut juga dirangkaikan dengan kunjungan Bupati Gowa ke area spillway Bendungan Jenelata. Turut hadir sejumlah pejabat dari instansi terkait, kepala desa, tokoh masyarakat, tokoh adat, serta tokoh agama dari Kecamatan Manuju dan Bungaya. (*)

Comment