LUWU UTARA, SULSELPASTI.COM — Pagi itu, langkah-langkah kaki berirama di jalan santai Hari Ulang Tahun (HUT) ke-27 Kabupaten Luwu Utara. Tawa, peluh, dan doa berbaur di udara. Namun, dari ribuan peserta yang hadir, takdir memilih satu nama untuk menjadi cerita paling haru hari itu: Refis Anggraeni.
Refis, anak yatim kelahiran 15 Mei 2009, pernah mengenal pahitnya kehilangan. Tahun 2022, api melahap rumahnya, menyisakan abu dan kenangan. Sejak itu, hidup berjalan dengan ketabahan yang sunyi. Hingga undian doorprize diputar, dan namanya disebut—perlahan, lalu bergema. Hadiah utama: satu unit rumah.
Tangis haru pun pecah. Bagi Refis, ini bukan sekadar hadiah, melainkan pintu baru bagi masa depan. Sebuah alamat untuk harapan, tempat pulang yang dulu sempat direnggut. Rumah tersebut merupakan dukungan dari pengembang Savana Residence melalui PT Karya Tripel I Properindo, yang dihadirkan pemerintah daerah sebagai wujud kepedulian dalam perayaan hari jadi daerah.
Sorak dan tepuk tangan mengiringi penyerahan hadiah. Banyak mata basah, banyak hati mengangguk—seolah sepakat bahwa keberuntungan hari itu menemukan orang yang tepat. Di antara kemeriahan, kepedulian terasa nyata.
Selain rumah untuk Refis, panitia juga membagikan beragam doorprize lain. Sepeda motor menjadi milik Ecce Musniati, warga Kelurahan Kappuna yang bekerja sebagai PPPK paruh waktu (tata usaha) di UPT SMPN 4 Masamba. Sementara itu, hadiah hewan ternak berupa sapi diterima Harianto, warga Dusun Terpadu, Desa Marobo, Kecamatan Sabbang, seorang pegawai negeri sipil.
Jalan santai HUT ke-27 Luwu Utara diikuti ribuan peserta dan menjelma sebagai salah satu rangkaian paling meriah dalam perayaan tahun ini. Lebih dari sekadar perayaan, hari itu menghadirkan pelajaran sederhana: bahwa kebersamaan dapat mengubah duka menjadi asa, dan dari abu, kehidupan bisa kembali tumbuh. (*)

Comment