Taruna Ikrar Lantik 58 Pejabat BPOM, Perkuat Reformasi Birokrasi dan Integritas Pengawasan

JAKARTA, SULSELPASTI.COM – Kepala Badan Pengawas Obat dan Makanan (BPOM) RI, Taruna Ikrar, melantik dan mengambil sumpah jabatan 58 pejabat baru di lingkungan BPOM RI sebagai bagian dari penguatan reformasi birokrasi dan transformasi organisasi.

Dalam arahannya, Taruna Ikrar menegaskan bahwa jabatan merupakan amanah yang harus dijalankan dengan integritas dan profesionalisme tinggi. Ia mengingatkan seluruh pejabat untuk menolak segala bentuk suap, gratifikasi, korupsi, serta konflik kepentingan dalam menjalankan tugas pengawasan obat dan makanan.

Sebanyak 58 pejabat yang dilantik terdiri atas 17 Pejabat Pimpinan Tinggi Pratama, 25 Kepala Unit Pelaksana Teknis (Balai Besar, Balai, dan Loka POM), serta 16 Kepala Bagian dan Kepala Subbagian Tata Usaha.

Menurut Taruna Ikrar, pelantikan ini menjadi langkah strategis untuk memperkuat organisasi sekaligus mempercepat transformasi BPOM agar semakin adaptif menghadapi tantangan pengawasan obat dan makanan yang kian kompleks.

“Pengucapan sumpah jabatan bukan sekadar seremonial, melainkan janji dan komitmen untuk mengemban tugas mulia melayani bangsa dan negara secara profesional. Amanah ini dipertanggungjawabkan kepada pimpinan, masyarakat, dan Allah SWT,” tegasnya.

Ia menekankan bahwa BPOM memiliki mandat strategis dalam melindungi masyarakat Indonesia melalui pengawasan obat dan makanan yang aman, bermutu, dan berkhasiat, sejak manusia masih dalam kandungan hingga sepanjang siklus kehidupan.

Karena itu, seluruh pejabat dituntut memiliki integritas tinggi, kepemimpinan yang kuat, serta kemampuan mengambil keputusan secara profesional demi kepentingan masyarakat luas.

Kepada pejabat yang baru dilantik, Taruna Ikrar meminta agar segera beradaptasi, membangun budaya kerja yang berorientasi pada pelayanan publik, serta menjadikan kepentingan organisasi dan masyarakat sebagai prioritas utama.

Ia juga menegaskan pentingnya penerapan nilai-nilai ASN BerAKHLAK, kepatuhan terhadap kode etik, serta komitmen menjauhi segala bentuk penyalahgunaan kewenangan.

Menghadapi tantangan pengawasan yang semakin dinamis, Taruna Ikrar menekankan peningkatan kapasitas sumber daya manusia, termasuk penguasaan teknologi informasi dan pemanfaatan Artificial Intelligence (AI) untuk meningkatkan efektivitas dan efisiensi kerja.

Selain itu, ia mendorong seluruh pejabat aktif membangun komunikasi publik guna memperkuat citra positif BPOM melalui kinerja nyata yang dirasakan masyarakat serta publikasi yang efektif di media massa dan media sosial.

Menutup arahannya, Taruna Ikrar mengajak seluruh insan BPOM menjadikan jabatan sebagai ladang pengabdian, dengan terus menjaga integritas, meningkatkan profesionalisme, memperkuat kolaborasi, dan menghadirkan pengawasan obat dan makanan yang modern, transparan, serta berkelas dunia. (*)

Comment