Festival Durian Lokal Luwu Utara 2026: Menemukan Sang Raja Buah Endemik, Mengantar Petani ke Pasar Dunia

LUWU UTARA, SULSELPASTI.COM – Aroma durian memenuhi Jalur Dua Rumah Jabatan Bupati di Masamba, Ahad (19/7/2026). Di tengah semarak Car Free Day, ribuan warga memadati lokasi untuk menikmati Festival Durian Lokal Luwu Utara 2026, sebuah perhelatan yang bukan sekadar pesta panen, melainkan ikhtiar menelusuri jejak kekayaan plasma nutfah daerah demi menjadikan durian endemik sebagai komoditas unggulan bernilai tinggi.

Mengusung tema “Dari Kebun ke Pengunjung, Luwu Utara Unggul, Terkemuka, dan Akseleratif”, festival ini menjadi ruang pertemuan antara petani, pecinta durian, pelaku usaha, hingga para peneliti. Pemerintah Kabupaten Luwu Utara memanfaatkan momentum tersebut untuk memperkenalkan potensi durian lokal sekaligus memperkuat posisi daerah sebagai salah satu sentra durian terbaik di Indonesia.

Kemeriahan festival diawali dengan senam sehat bersama Bupati Luwu Utara Andi Abdullah Rahim, Wakil Bupati Jumail Mappile, jajaran pemerintah daerah, dan masyarakat yang memadati kawasan acara.

Tak hanya menghadirkan pameran dan penjualan durian segar langsung dari kebun, festival juga diisi coaching clinic budidaya durian bagi para petani, serta kontes durian terbaik yang diikuti sekitar 63 varietas durian lokal dari berbagai penjuru Luwu Utara.

Penilaian dilakukan oleh tim Durian Traveler, yakni Nur Mualif, Indra Wijaya, dan Sigit Purwanto. Mereka menguji setiap buah berdasarkan tampilan fisik, aroma, rasa, tekstur, hingga memastikan keaslian varietas yang dilombakan.

Nur Mualif menilai festival ini sebagai langkah penting untuk menemukan sekaligus mengangkat durian lokal Luwu Utara agar memiliki daya saing di pasar nasional maupun internasional.

“Ini adalah proses pencarian bakat untuk durian lokal di Luwu Utara. Durian akan memiliki nilai apabila kita peduli terhadap potensinya. Dulu Musang King hanya dikenal oleh kalangan tertentu, kini menjadi varietas yang mendunia dan memberikan nilai ekonomi tinggi bagi petani,” ujarnya.

Ia menegaskan, keaslian varietas menjadi syarat utama dalam penilaian.

“Kalau saya menjadi juri, saya tidak melihat siapa pemiliknya. Jika durian itu merupakan keturunan varietas dari daerah lain, maka akan didiskualifikasi. Kita mencari varietas asli Luwu Utara yang memiliki karakter lokal, bukan hasil persilangan,” tegasnya.

Sementara itu, Bupati Luwu Utara Andi Abdullah Rahim mengatakan Festival Durian Lokal merupakan bagian dari komitmen pemerintah daerah dalam mengembangkan sektor hortikultura yang memiliki prospek ekonomi besar.

Menurutnya, musim panen tahun ini menjadi bukti besarnya potensi durian di Luwu Utara.

“Alhamdulillah, tahun ini kita dianugerahi panen durian yang melimpah. Bahkan, berdasarkan pengamatan di beberapa wilayah, masih ada pohon yang sedang berbunga. Ini menunjukkan bahwa Luwu Utara memiliki potensi menghasilkan durian hampir sepanjang tahun,” ungkapnya.

Ia juga mengungkapkan, hasil pendataan panitia telah mengidentifikasi sedikitnya 52 varietas durian endemik asli Luwu Utara yang dinilai memiliki prospek besar untuk terus dikembangkan.

“Potensi ini harus kita jaga bersama. Melalui festival ini kita ingin memperkenalkan kekayaan plasma nutfah daerah sekaligus membuka peluang agar durian lokal Luwu Utara mampu menjadi komoditas unggulan yang dikenal hingga tingkat nasional bahkan internasional,” tuturnya.

Festival Durian Lokal Luwu Utara 2026 terselenggara atas kolaborasi Pemerintah Kabupaten Luwu Utara bersama Kalla Arembamma, Tirta Energi Cemerlang, Bank Sulselbar, DGW Indonesia, unsur TNI/Polri, serta berbagai mitra strategis lainnya.

Melalui festival ini, Pemerintah Kabupaten Luwu Utara berharap durian endemik tidak hanya tetap lestari sebagai kekayaan hayati daerah, tetapi juga menjadi penggerak ekonomi baru yang meningkatkan kesejahteraan petani, memperkuat sektor agrowisata, dan mengharumkan nama Luwu Utara sebagai salah satu daerah penghasil durian unggulan Indonesia. (*)

Comment