LUWU UTARA, SULSELPASTI.COM — Harapan baru tumbuh di tengah masyarakat yang selama bertahun-tahun dihantui ancaman banjir saat musim penghujan. Pembangunan tanggul permanen di sepanjang aliran Sungai Baliase kini terus dikebut untuk memperkuat perlindungan terhadap permukiman dan lahan pertanian warga.
Bupati Luwu Utara Andi Abdullah Rahim turun langsung meninjau progres pembangunan tanggul tersebut, Rabu (9/9/2026). Peninjauan dilakukan bersama kepala satuan kerja serta jajaran Balai Besar Wilayah Sungai (BBWS) dan Dinas Pekerjaan Umum (PU).
Ada tiga titik yang menjadi perhatian dalam peninjauan tersebut, yakni Desa Mario dan Desa Polewali di Kecamatan Baebunta serta Desa Pongo di Kecamatan Masamba. Ketiga lokasi itu merupakan bagian penting dari upaya penguatan perlindungan masyarakat di sepanjang aliran sungai.
Pembangunan tanggul menggunakan struktur beton permanen yang dirancang untuk menghadapi lonjakan debit air sekaligus mengurangi risiko erosi. Infrastruktur tersebut diharapkan mampu melindungi ratusan rumah dan lahan pertanian produktif masyarakat dari ancaman banjir.
“Kita ingin memastikan pekerjaan berjalan sesuai target dan kualitas ketahanan tanggul ini benar-benar optimal. Ini soal kemaslahatan warga,” tegas Andi Abdullah Rahim saat meninjau pekerjaan.
Progres pembangunan tanggul saat ini telah mencapai sekitar 60 persen. Pemkab Luwu Utara bersama BBWS terus memperkuat koordinasi untuk memastikan pekerjaan fisik berjalan sesuai target, sekaligus memenuhi standar kualitas dan ketahanan yang dibutuhkan.
Bagi masyarakat yang tinggal di sekitar Sungai Baliase dan Sungai Masamba, pembangunan tanggul permanen bukan sekadar proyek infrastruktur. Kehadirannya menjadi harapan untuk mengurangi kecemasan yang selama ini muncul setiap kali hujan deras dan debit sungai meningkat.
Andi Rahim menegaskan, pembangunan infrastruktur pengendali banjir harus memberikan manfaat langsung bagi masyarakat. Karena itu, pemerintah daerah akan terus mengawal proses pembangunan hingga tuntas, termasuk memastikan kualitas pekerjaan di lapangan.
Selain memberikan perlindungan fisik, keberadaan tanggul diharapkan mampu memulihkan rasa aman masyarakat dan menjaga keberlangsungan aktivitas ekonomi. Lahan pertanian tetap produktif, rumah warga lebih terlindungi, dan aktivitas masyarakat dapat berjalan tanpa terus dibayangi ancaman luapan sungai.
Sinergi Pemkab Luwu Utara dan BBWS menjadi kunci dalam percepatan pembangunan tersebut. Pemerintah daerah berharap tanggul permanen Sungai Baliase dapat segera rampung dan menjadi salah satu infrastruktur penting dalam memperkuat ketahanan wilayah terhadap ancaman banjir. (*)

Comment