LUWU UTARA, SULSELPASTI.COM — Syukuran panen masyarakat Desa Tarobok, Kecamatan Baebunta, menjadi momentum bagi Bupati Luwu Utara Andi Abdullah Rahim untuk mengingatkan warga agar tetap menjaga persatuan di tengah perbedaan pilihan politik menjelang Pemilihan Kepala Desa (Pilkades) serentak.
Pesta panen yang digelar secara swadaya oleh masyarakat tani tersebut dihadiri Wakil Bupati Luwu Utara, unsur Forkopimda, Camat Baebunta, Kepala Desa Tarobok, para calon kepala desa, serta kelompok tani, Jumat (3/10/2026).
Dalam sambutannya, Andi Abdullah Rahim mengatakan pesta panen bukan sekadar bentuk rasa syukur atas hasil pertanian, tetapi juga menjadi momentum memperkuat kebersamaan masyarakat dalam menjaga ketahanan pangan.
“Apa yang menjadi produksi pertanian kita di Tarobok ini harus kita pertahankan, bahkan kita tingkatkan lagi. Itu hanya bisa terjadi kalau kita bersama-sama, bergandengan tangan membangun. Pemerintah tidak bisa sendiri, petani tidak bisa sendiri,” ujar Bupati.
Di hadapan para calon kepala desa, Bupati kemudian menyampaikan pesan khusus agar kontestasi Pilkades tidak menjadi alasan bagi masyarakat untuk terpecah.
Ia meminta seluruh calon kepala desa maupun pendukungnya tetap menjaga hubungan baik dan semangat gotong royong, terutama dalam mengelola sektor pertanian yang menjadi salah satu kekuatan masyarakat Tarobok.
“Jadikan Pilkada kemarin sebagai contoh bahwa kita berhasil melewatinya dengan baik. Urusan Pilkada itu urusan kemarin. Sekarang saatnya kita sepakat membangun Kabupaten Luwu Utara dengan posisi kita masing-masing,” tegasnya.
Menurutnya, perbedaan pilihan merupakan bagian dari proses demokrasi. Namun, perbedaan tersebut tidak seharusnya menghilangkan semangat kebersamaan setelah proses pemilihan selesai.
“Pesan saya untuk semua calon kepala desa, jangan sampai perbedaan pilihan menyebabkan kita tidak memiliki keinginan untuk bersatu. Demokrasi itu wajar berbeda, tapi setelah itu kita harus kembali bersama. Jangan sampai karena beda pilihan, kita tidak mau bergotong royong, tidak mau menjaga sawah dan kebun kita,” lanjutnya.
Bupati menilai persatuan masyarakat menjadi salah satu modal penting dalam menjaga produktivitas pertanian dan ketahanan pangan. Karena itu, ia mengingatkan agar dinamika Pilkades tidak mengganggu aktivitas pertanian dan hubungan sosial warga.
Selain itu, Andi Abdullah Rahim menyampaikan bahwa keterbatasan anggaran membuat pemerintah daerah perlu menentukan skala prioritas pembangunan. Dukungan akan diarahkan pada wilayah yang memiliki kebutuhan serta semangat masyarakat untuk bersama-sama mendorong kemajuan.
Tarobok, kata dia, merupakan salah satu wilayah yang menunjukkan semangat kebersamaan tersebut. Karena itu, kebutuhan alat dan mesin pertanian (alsintan) serta perbaikan jalan produksi menjadi perhatian pemerintah untuk segera ditindaklanjuti.
“Kalau masyarakatnya kompak dan punya keinginan untuk maju, tentu pemerintah juga akan lebih mudah hadir dan mendorong pembangunan,” ujarnya. (*)

Comment