SULSELPASTI.COM – Wali Kota Parepare, Tasming Hamid, memberikan instruksi khusus kepada jajaran manajemen PAM Tirta Karajae untuk merespons fenomena kemarau panjang atau El Nino yang mulai berdampak pada ketersediaan air bersih di wilayah Kota Parepare.
Wali Kota menekan agar Direktur PAM Tirta Karajae yang baru dilantik segera melakukan koordinasi internal dan menggelar rapat teknis bersama seluruh jajaran. Ia menegaskan bahwa tantangan alam yang terjadi saat ini tidak dapat dijadikan alasan atas menurunnya kualitas pelayanan kepada pelanggan.
Sebaliknya, kondisi sulit ini harus dihadapi dengan manajemen pengugasan yang lebih profesional dan terukur demi memastikan distribusi air bersih ke masyarakat tetap terjaga secara berkelanjutan.
Selain fokus pada pencarian dan pemanfaatan sumber air baku yang baru, Pemerintah Kota (Pemkot) Parepare juga menaruh perhatian besar pada pola konsumsi udara di tingkat rumah tangga. Wali Kota meminta pihak pengelola air minum untuk gencar memberikan edukasi mengenai pentingnya penghematan air kepada masyarakat.
Masyarakat diharapkan mulai meningkatkan kesadaran untuk menggunakan air seperlunya dan menghindari perilaku mubazir. Langkah edukatif ini dinilai sangat krusial agar cadangan udara yang ada dapat mencukupi kebutuhan seluruh warga selama masa kekeringan berlangsung.
Persoalan krisis air bersih ini menjadi salah satu tugas prioritas utama bagi jajaran direksi yang baru. Wali Kota berharap adanya inovasi dan langkah konkret dari manajemen untuk mengatasi masalah krusial tersebut.
Dengan pelaksanaan tugas yang baik serta langkah-langkah antisipatif, Pemkot Parepare optimistis dampak kemarau panjang dapat diminimalisir, sehingga aktivitas harian masyarakat tidak terganggu secara signifikan.

Comment