Mengenal Makassar Eco Circular Hub, Inovasi DLH yang Ubah Sampah Jadi Sumber Daya Bernilai

MAKASSAR, SULSELPASTI.COM — Pemerintah Kota Makassar melalui Dinas Lingkungan Hidup (DLH) menghadirkan Makassar Eco Circular Hub (MEC Hub) sebagai strategi baru dalam pengelolaan sampah berbasis ekonomi sirkular. Program ini menjadi salah satu pilar utama untuk mendukung target Makassar Bebas Sampah 2029 dengan mengubah paradigma dari “buang sampah” menjadi “mengelola sumber daya”.

Di tengah meningkatnya volume sampah dan tantangan perubahan iklim, Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Kota Makassar memperkenalkan Makassar Eco Circular Hub (MEC Hub) sebagai model baru pengelolaan sampah yang berorientasi pada ekonomi sirkular. Inovasi ini menjadi bagian dari strategi Pemerintah Kota Makassar untuk mewujudkan target Makassar Bebas Sampah 2029 sekaligus mempercepat transformasi menuju kota rendah emisi.

Konsep tersebut dipaparkan Kepala DLH Kota Makassar, Helmy Budiman, dalam Forum Lingkungan Hidup Kota Seluruh Indonesia pada rangkaian Rakernas XVIII APEKSI 2026 di Medan. Menurutnya, pengelolaan sampah tidak lagi cukup mengandalkan pola kumpul, angkut, dan buang ke Tempat Pemrosesan Akhir (TPA), tetapi harus dimulai dari sumbernya melalui perubahan perilaku masyarakat.

Makassar Eco Circular Hub merupakan pusat kolaborasi yang menghubungkan pemerintah, masyarakat, dunia usaha, akademisi, dan komunitas dalam membangun sistem pengelolaan sampah yang berkelanjutan. Melalui pendekatan ini, sampah dipandang sebagai sumber daya yang masih memiliki nilai guna dan nilai ekonomi, bukan sekadar limbah yang harus dibuang.

Penerapan MEC Hub dimulai dari pemilahan sampah di tingkat rumah tangga, sekolah, perkantoran, hingga kawasan usaha. Sampah organik kemudian diolah menjadi kompos untuk mendukung program pertanian perkotaan melalui Tanami Tanata’, sementara sampah anorganik dipilah untuk didaur ulang atau dimanfaatkan kembali sehingga memiliki nilai ekonomi.

Dengan sistem tersebut, jumlah sampah yang berakhir di TPA diharapkan terus berkurang. Selain memperpanjang umur layanan TPA, pendekatan ini juga mampu menekan pencemaran lingkungan sekaligus membuka peluang ekonomi melalui bank sampah, industri daur ulang, dan pengolahan limbah menjadi produk bernilai jual.

Untuk memperkuat implementasi program, DLH Makassar juga menjalankan gerakan Jelajah Sampah di seluruh kecamatan. Program edukasi ini mengajak masyarakat membiasakan pemilahan sampah sejak dari rumah sebagai fondasi utama keberhasilan ekonomi sirkular.

Di sisi lain, Pemerintah Kota Makassar terus membenahi sistem pengelolaan TPA Tamangapa agar lebih modern dan terintegrasi dengan konsep sanitary landfill. Langkah tersebut melengkapi upaya pengurangan sampah dari hulu sehingga TPA hanya menjadi lokasi pengolahan residu yang tidak lagi dapat dimanfaatkan.

Menurut Helmy Budiman, keberhasilan Makassar Eco Circular Hub sangat bergantung pada kolaborasi seluruh elemen masyarakat. Perubahan perilaku dalam mengelola sampah dinilai menjadi faktor utama untuk membangun kota yang lebih bersih, tangguh, dan berkelanjutan.

MEC Hub menjadi bagian dari strategi besar Pemerintah Kota Makassar bersama berbagai program lingkungan lainnya, seperti Jelajah Sampah, Tanami Tanata’, pengembangan ruang terbuka hijau, pembangunan gedung hijau, pemanfaatan energi surya, hingga penggunaan kendaraan operasional berbasis listrik. Seluruh program tersebut diarahkan untuk mendukung target Makassar sebagai kota rendah emisi sekaligus bebas sampah pada 2029.

Apabila diterapkan secara konsisten dengan dukungan aktif masyarakat, Makassar Eco Circular Hub tidak hanya akan mengurangi timbulan sampah, tetapi juga berpotensi menjadi model pengelolaan sampah perkotaan berbasis ekonomi sirkular yang dapat direplikasi oleh berbagai daerah di Indonesia. (*)

Comment