MAROS, SULSELPASTI.COM — Lima atlet arung jeram asal Kecamatan Tompobulu, Kabupaten Maros, Sulawesi Selatan, mendapat kesempatan mewakili Federasi Arung Jeram Indonesia (FAJI) Sulawesi Selatan dalam Kejuaraan Nasional Arung Jeram Indonesia 2026 di Sungai Ayung, Bali.
Kelima atlet yang tergabung dalam FAJI Maros tersebut yakni Muhammad Iqrama, Dirgah, Muh Alif Razak, Edi Surya Dharma, dan Fahri.
Mereka akan bertanding mewakili FAJI Sulsel dalam kejuaraan yang akan berlangsung Senin, 21 September hingga Senin, 28 September 2026.
Dalam kontingen tersebut, Subaedi turut mendampingi sebagai official.
Proses pelepasan telah dilakukan langsung oleh H Abidin di SMA Negeri 13 Maros, Desa Pucak Kecamatan Tompobulu, Rabu, 23 September 2026.
Ajang ini menjadi kesempatan bagi atlet Tompobulu untuk membawa nama Sulawesi Selatan sekaligus mengukur kemampuan mereka di tingkat nasional.
Ketua FAJI Kabupaten Maros, H Mustahir, mengatakan keterlibatan atlet Tompobulu dalam kejuaraan nasional tersebut merupakan bagian dari pembinaan atlet arung jeram di Kabupaten Maros.
Menurut dia, para atlet telah menjalani persiapan dan latihan sebelum diberangkatkan untuk mengikuti kompetisi tersebut.
“Kami berharap atlet-atlet dari Tompobulu bisa memberikan kemampuan terbaik dan membawa nama baik Sulawesi Selatan dalam kejuaraan nasional ini,” kata Mustahir.
Ia mengatakan, Tompobulu memiliki potensi untuk melahirkan atlet arung jeram karena kondisi alam di wilayah tersebut mendukung pengembangan olahraga arung jeram.
Keikutsertaan dalam kejuaraan tingkat nasional juga diharapkan menjadi pengalaman penting bagi atlet Maros untuk meningkatkan kemampuan dan mental bertanding.
Mustahir juga menyampaikan apresiasi kepada Komite Olahraga Nasional Indonesia (KONI) Kabupaten Maros yang telah memberikan dukungan terhadap keberangkatan atlet FAJI Maros.
“Kami menyampaikan terima kasih kepada KONI Maros yang terus memberikan dukungan kepada atlet-atlet kami. Dukungan seperti ini sangat berarti bagi pembinaan dan pengembangan olahraga di Maros,” ujarnya.
Ia berharap dukungan tersebut dapat terus berlanjut sehingga pembinaan atlet arung jeram di Maros semakin berkembang dan mampu melahirkan atlet yang berprestasi di tingkat nasional.
“Kami ingin pembinaan terus berjalan sehingga atlet dari Maros tidak hanya tampil di tingkat daerah, tetapi juga mampu bersaing di tingkat nasional,” kata Mustahir.
Kejuaraan Arung Jeram Indonesia 2026 di Sungai Ayung, Bali, digelar pada 21-28 September 2026 dan diikuti atlet dari berbagai daerah di Indonesia.
Sementara itu Anggota DPRD Maros,
Alwyldan Mustahir,
Sementara itu, anggota DPRD Kabupaten Maros, Alwyldan Mustahir, mengatakan keikutsertaan atlet Tompobulu di tingkat nasional menjadi kebanggaan tersendiri bagi daerah.
“Suatu kebanggaan atlet Tompobulu bisa mewakili Sulawesi Selatan di kancah kejuaraan nasional. Ini menunjukkan bahwa atlet-atlet kita memiliki potensi dan mampu bersaing di tingkat nasional,” katanya.
Ia berharap pengalaman para atlet di Kejurnas 2026 dapat menjadi modal untuk menghadapi kompetisi yang lebih besar, termasuk Pekan Olahraga Nasional (PON) 2028.
“Harapan saya, pada PON 2028 yang akan digelar di tiga provinsi, NTT, NTB, dan DKI Jakarta, teman-teman FAJI Maros kembali menjadi pilihan utama untuk mewakili Sulawesi Selatan,” ujarnya.
Menurut Alwyldan, pembinaan yang berkelanjutan dan dukungan berbagai pihak diperlukan agar atlet-atlet Maros dapat terus berkembang dan memiliki kesempatan tampil dalam ajang olahraga tingkat nasional.
Kejuaraan Arung Jeram Indonesia 2026 di Sungai Ayung, Bali, digelar pada 21-28 September 2026 dan diikuti atlet dari berbagai daerah di Indonesia. (*)

Comment