Forkot 2026 Jadi Panggung Penjaringan Bibit Atlet Panahan Tradisional Makassar

MAKASSAR, SULSELPASTI.COM — Sebanyak 200 pelajar Kota Makassar berkesempatan ambil bagian dalam kompetisi panahan tradisional yang menjadi bagian dari rangkaian Pekan Olahraga Rekreasi Kota (Forkot) Makassar 2026. Ajang tersebut akan berlangsung pada 4 Oktober 2026 di Lapangan Masjid Agung 45, Jalan Urip Sumoharjo, Makassar.

Kompetisi panahan tradisional ini diselenggarakan oleh KORMI Makassar bekerja sama dengan PERPATRI Makassar, dengan peserta yang dikhususkan bagi pelajar di Kota Makassar. Pertandingan akan mempertandingkan kategori U13, U18, dan beregu.

Selain menjadi bagian dari rangkaian Forkot 2026, kompetisi ini diarahkan sebagai salah satu langkah awal untuk memperkenalkan sekaligus menjaring bibit atlet panahan tradisional dari kalangan pelajar.

Ketua PERPATRI Makassar, Kustia, mengatakan keterlibatan pelajar menjadi bagian penting dalam upaya membangun proses pembinaan atlet secara berkelanjutan.

“Kami berharap ini menjadi langkah awal penjaringan atlet-atlet muda. Dari kegiatan seperti ini kita bisa melihat potensi yang ada, kemudian diarahkan untuk mengikuti pembinaan secara jangka panjang,” ujar Kustia.

Dengan kuota maksimal 200 peserta, panahan tradisional dalam Forkot 2026 diharapkan dapat memperluas partisipasi pelajar dalam olahraga rekreasi sekaligus menjadi bagian dari proses pembinaan olahraga di Kota Makassar.

Kategori U13 dan U18 disiapkan untuk memberikan ruang kompetisi berdasarkan kelompok usia, sementara kategori beregu diharapkan dapat mendorong pengalaman bertanding secara tim.

“Kompetisi tingkat pelajar ini memberikan kesempatan kepada anak-anak dan remaja untuk mendapatkan pengalaman bertanding sekaligus mengenal lebih dekat olahraga panahan tradisional,” lanjunya.

Bagi PERPATRI Makassar, kegiatan tersebut tidak berhenti pada pelaksanaan pertandingan. Potensi atlet yang muncul dari kompetisi ini diharapkan dapat menjadi bagian dari proses pembinaan berikutnya sehingga penjaringan atlet muda dapat dilakukan secara lebih berkelanjutan.

“Pelaksanaan kompetisi panahan tradisional ini sekaligus menjadi bagian dari upaya KORMI Makassar dan PERPATRI Makassar memberikan ruang bagi olahraga tradisional untuk berkembang di kalangan generasi muda,” tutup Kustia. (*)

Comment