KSPSI Sulsel-Gandeng Lembayung Indonesia dan Kementerian LH Gelar Kemah Bakti Lingkungan

MAKASSAR, SULSELPASTI.COM — Konfederasi Serikat Pekerja Seluruh Indonesia (K.SPSI) Sulawesi Selatan berkolaborasi dengan Lembayung Indonesia dan Kementerian Lingkungan Hidup (KLH) menggelar Kemah Bakti Lingkungan Hidup di Malino, Kabupaten Gowa, pada 16–18 Oktober 2026.

Ketua K.SPSI Sulsel, Basri Abbas SH, MH, mengatakan kegiatan tersebut menjadi bagian dari upaya memperkuat kolaborasi antara isu ketenagakerjaan dan lingkungan hidup. Kegiatan ini juga akan melibatkan kader K.SPSI serta sejumlah pihak terkait.

Menurut Basri, agenda tersebut turut menjadi ruang untuk mengimplementasikan fokus pembahasan RUU Pelindungan Ketenagakerjaan yang mencakup tiga pilar utama, yakni perlindungan pekerja, penciptaan lapangan kerja, dan keberlangsungan iklim usaha.

“Pembahasan draf RUU yang terdiri dari 20 bab dan 264 pasal ini terus mencari titik temu antara perlindungan pekerja, penciptaan lapangan kerja, dan keberlangsungan iklim usaha,” kata Basri dalam keterangan tertulisnya, Rabu (30/9/2026).

Ia menyebut sejumlah isu substantif yang menjadi perhatian, antara lain ketentuan PKWT dan outsourcing, sistem pengupahan dan pesangon, serta perlindungan bagi pekerja ekonomi digital atau gig workers seperti pengemudi ojek online, kurir, dan pekerja platform digital.

Selain itu, perhatian juga diberikan kepada kelompok pekerja rentan, termasuk perempuan, penyandang disabilitas, dan peserta magang. Menurut Basri, perubahan lingkungan kerja akibat transisi global juga perlu diikuti dengan regulasi yang mampu mengakomodasi pekerjaan baru di sektor energi terbarukan, pengelolaan limbah, dan industri ramah lingkungan.

“Regulasi harus adaptif untuk memastikan pekerja di sektor green jobs mendapatkan standar keselamatan dan kesehatan kerja (K3) serta upah yang layak,” ujarnya.

Basri juga menyoroti pentingnya K3 berbasis lingkungan. Dampak perubahan iklim, seperti polusi udara dan cuaca panas ekstrem, menurutnya perlu menjadi bagian dari dialog perlindungan pekerja, terutama bagi mereka yang bekerja di lapangan.

Karena itu, kolaborasi lintas sektor antara K.SPSI Sulsel, Lembayung Indonesia, dan Kementerian Lingkungan Hidup dinilai penting untuk membangun sinergi antara perlindungan pekerja dan kelestarian lingkungan.

“Multi sektoral inilah yang kami dorong melalui kolaborasi bersama Lembayung Indonesia dan Kementerian Lingkungan Hidup dengan mengusung tema Kemah Bakti Lingkungan Hidup,” kata Basri. (*)

Comment