Bukan Sekadar Padel, Senior Makassar Adu Gengsi dan Konsistensi di REBOUND

MAKASSAR, SULSELPASTI.COM – Di Lapangan Padel REBOUND, akhir pekan 10–11 Oktober 2026, bukan sekadar bola yang melesat menyeberangi net. Ada gengsi yang dipertaruhkan, strategi yang diuji, tawa yang pecah di sela pertandingan, serta persahabatan yang menemukan ruangnya di antara bunyi pantulan bola dan ayunan raket.

Senior Padel Makassar kembali menggelar turnamen internal untuk kedua kalinya. Sebelas pasangan turun ke lapangan, membawa semangat yang sama: bermain sebaik mungkin, mengumpulkan poin sebanyak-banyaknya, dan membuktikan bahwa kompetisi tak mengenal kata terlambat bagi mereka yang masih menyimpan gairah untuk bertanding.

Ketua Umum Senior Padel Makassar, Hoist Bachtiar, menjadi salah satu sosok di balik perhelatan ini. Turnamen tersebut bukan hanya tentang siapa yang paling sering menang, tetapi juga tentang menjaga kebersamaan, merawat persahabatan, dan menikmati olahraga yang semakin mendapat tempat di tengah masyarakat.

Wajah-wajah yang hadir menambah warna kompetisi. Ada Danny Pomanto, mantan Wali Kota Makassar dua periode; Rudy Sjamsuddin, Presiden Direktur Sermani Steel; Hudly Huduri; Harris Hody; Ilham Andi Gazaling; Herman Agus; dan sejumlah senior lainnya. Mereka datang dengan latar belakang berbeda, tetapi di lapangan, semua berhadapan dengan tantangan yang sama: bola, lawan, dan ketepatan mengambil keputusan.

Format pertandingan membuat turnamen ini jauh dari sekadar ajang seremonial. Sebelas pasangan saling berhadapan, sehingga setiap pasangan harus melewati sepuluh pertandingan. Tak cukup mengandalkan satu kemenangan gemilang. Mereka dituntut menjaga tenaga, konsentrasi, dan kestabilan permainan hingga laga terakhir.

Salah satu duel yang menyita perhatian mempertemukan pasangan Danny Pomanto–Chandra melawan Harris Hody–Kasman. Pertandingan berlangsung dalam atmosfer kompetitif, sebelum akhirnya Harris dan Kasman keluar sebagai pemenang. Di lapangan padel, nama besar tak otomatis menjadi penentu. Setiap poin harus diperjuangkan, setiap kesalahan bisa mengubah arah pertandingan.

Keseruan serupa hadir ketika Rudy Sjamsuddin–Hoist Bachtiar berhadapan dengan Hudly Huduri–Ilham Andi Gazaling. Kali ini, Rudy dan Hoist berhasil mengamankan kemenangan. Pertemuan antarpasangan itu menjadi bagian dari cerita turnamen yang diwarnai adu taktik, ketahanan, dan semangat untuk terus mengejar poin.

Kehadiran dua pemain naturalisasi, Mr Akon dan Mr VJ, turut menambah dinamika persaingan. Di tengah suasana yang sesekali tegang, keakraban tetap terasa. Sebab, di balik ambisi memenangkan pertandingan, ada kegembiraan yang menjadi alasan para peserta kembali berkumpul di lapangan.

Dukungan industri seng Sermani Steel turut menyemarakkan turnamen dengan hadiah bernilai puluhan juta rupiah. Namun, jalan menuju podium tidak ditentukan oleh satu pertandingan saja. Akumulasi poin menjadi ukuran, membuat setiap kemenangan berarti dan setiap kekalahan menjadi bagian penting dari perjalanan menuju klasemen akhir.

Setelah seluruh pertandingan rampung, pasangan Hudly Huduri–Boy Sermani keluar sebagai juara pertama dengan sembilan kemenangan dan satu kekalahan. Harris Hody–Kasman menempati posisi kedua dengan catatan identik, sembilan kemenangan dan satu kekalahan. Sementara itu, Jamal Sampulawa–Oye Panangian merebut posisi ketiga setelah membukukan delapan kemenangan dan dua kekalahan.

Angka-angka itu mencatat siapa yang berdiri di podium. Tetapi cerita di REBOUND lebih luas daripada sekadar klasemen. Ada sepuluh pertandingan yang harus dilalui setiap pasangan, ada duel yang menguji kesabaran, dan ada kebersamaan yang tumbuh dari setiap pertemuan di lapangan.

Turnamen kedua Senior Padel Makassar pun berakhir, tetapi semangatnya tak berhenti bersama pertandingan terakhir. Di REBOUND, para senior kembali membuktikan bahwa olahraga bukan semata urusan menang dan kalah. Ia juga tentang menjaga tubuh tetap bergerak, persahabatan tetap hidup, dan gairah berkompetisi tetap menyala, berapa pun usia yang telah dilewati. (*)

Comment