MAKASSAR, SULSELPASTI.COM – Dinas Kebudayaan (Disbud) Kota Makassar bekerja sama Unhas dan UNM menyusun lima buku sejarah. Focus Group Disscusion (FGD) “Penelitian dan Penulisan Buku Sejarah Kota Makassar” telah dilaksanakan, di Hotel Aston, Senin, 24 Juni 2024.
FGD ini menghadirkan tiga pembicara dari Sejarawan, yaitu dua dosen Universitas Negeri Makassar (UNM) Prof A Ima Kusuma dan Dr Bustan, serta dosen Universitas Hasanuddin (Unhas) Dr Ilham. Pesertanya dihadiri para budayawan, sejarawan, guru sejarah, hingga mahasiswa sejarah UNM dan Unhas, serta pelajar dari berbagai Sekolah Menengah Atas (SMA).

Kepala Dinas Kebudayaan Kota Makassar, Andi Herfida Attas mengatakan Makassar adalah kota yang banyak memiliki sejarah, sumber sejarah, dan nilai-nilai budaya yang perlu untuk terus dilestarikan bersama. Hal ini sebagai upaya mencerdaskan kehidupan bangsa dan bahan edukasi bagi penerus bangsa di masa mendatang.
“Inilah dasar pemerintah Makassar melalui Dinas Kebudayaan terus melakukan pelestarian dan pemajuan kebudayaan sebagai telah diamanahkan dalam undang-undang dasar (UUD),” katanya.
Tahun ini, dilakukan penelitian dan penyusunan buku sejarah Kota Makassar. Lima buku sekaligus, yaitu ; Pengembara dari Makassar dalam Sejarah Diaspora di Asia Tenggara hingga Eropa, Warisan Syekh Yusuf Yang Mendunia (Pemikiran, Ajaran dan Perjuangannya), Kota Makassar Sebagai Pusat Jaringan dalam Sejaran Indonesia, Dari Makassar ke Marege, dan Amas Madina Sultan Fakhruddin Abdul Khair Sultan Gowa yang Terbuang di Ceylon.

Proses penyusunan buku ini sudah dilakukan, namun masih menggunakan sumber- sumber skunder dan akan dilakukan pendalaman sumber oleh tim dengan cara melakukan penelitian langsung ke tempat-tempat diaspora tersebut.
“FGD ini kita harapkan mendapat banyak masukan untuk penelitian dan penyusunan buku ini,” katanya.
Lebih lanjut, ia mengatakan, Dinas Kebudayaan Makassar terus berupaya melakukan perlindungan, pengembangan pemanfaatan serta pembinaan sejarah dan budaya yang dimiliki bersama. Hal tersebut sebagai bentuk implementasi visi misi pemkot, yaitu percepatan mewujudkan Makassar Kota Dunia yang Sombere dan Smart City.
“Dengan imunitas yang kuat untuk semua melalui rekonstruksi kesehatan ekonomi, kesehatan, sosial dan budaya dengan program penataan total destinasi budaya dan sejarah serta penguatan city,” ucap Andi Herfida saat memberikan sambutan, kemarin.

Ketua panitia pelaksana kegiatan FGD, Ludfi menambahkan bahwa penyusunan buku ini memiliki banyak tujuan. Diantaranya untuk melestarikan karya ilmiah sejarah dan kebudayaan Kota Makassar.
“Kemudian menjadi bahan edukasi penguatan sejarah lokal Kota Makassar,” ujar Ludfi yang juga menjabat sebagai Kepala Bidang Kekayaan Budaya Dinas Kebudayaan Kota Makassar itu. (*)

Comment