SULSELPASTI.COM – Pemerintah Pusat melalui Peraturan Menteri Koordinator Bidang Perekonomian (Permenko) Nomor 16 Tahun 2025 menetapkan Kabupaten Takalar, Sulawesi Selatan, sebagai salah satu dari 44 kawasan industri dalam daftar Proyek Strategis Nasional (PSN) terbaru. Kawasan Industri Takalar menempati urutan ke-13 dalam daftar PSN 2025 yang diterbitkan Kemenko Perekonomian, menandai babak baru pembangunan ekonomi di Sulawesi Selatan dan memperkuat posisi Takalar sebagai simpul industri dan logistik kawasan timur Indonesia.
Langkah ini merupakan bagian dari kebijakan strategis pemerintah untuk mempercepat hilirisasi industri, pemerataan investasi antarwilayah, dan penciptaan lapangan kerja di luar Pulau Jawa. Dari 44 kawasan industri yang tercantum dalam PSN, distribusinya adalah: Sumatera (14), Jawa (11), Kalimantan (8), Sulawesi (6), dan Papua–Maluku (5). Di Sulawesi Selatan, dua kawasan industri termasuk dalam PSN, yakni Kawasan Industri Bantaeng dan Kawasan Industri Takalar.
Bupati Takalar, Firdaus Daeng Manye, menyambut positif keputusan ini. “Masuknya Takalar sebagai bagian dari PSN adalah amanah sekaligus peluang besar. Ini bukan sekadar proyek industri, tetapi momentum untuk mengubah wajah ekonomi Takalar—dari pesisir kecil menjadi pelabuhan masa depan,” ujarnya. Pemerintah daerah pun menyiapkan rencana percepatan yang mencakup penataan lahan industri, penyediaan infrastruktur dasar, dan penguatan konektivitas ke pelabuhan Takalar–Galesong.
Potensi dan Arah Pengembangan
Kawasan Industri Takalar akan menjadi kawasan industri pesisir terpadu dengan fokus pada:
-
Industri maritim dan perikanan berkelanjutan
-
Pengolahan hasil laut dan cold storage
-
Industri pendukung logistik dan perkapalan
-
Energi terbarukan dan infrastruktur hijau pesisir
Kawasan ini akan terhubung dengan jalur logistik Makassar, Gowa, Takalar, Jeneponto, serta pelabuhan laut dalam yang direncanakan sebagai gateway ekspor baru. Menurut Dr. Ahmad Rifai, pakar ekonomi regional Universitas Hasanuddin, penetapan Takalar sebagai PSN merupakan pengakuan strategis terhadap potensi pesisir selatan Sulawesi sebagai poros baru hilirisasi industri. Ia menekankan pentingnya kesiapan lahan, infrastruktur, dan sumber daya manusia lokal.
Sinergi Pusat dan Daerah
Pemerintah Kabupaten Takalar akan bekerja sama dengan Kementerian Investasi/BKPM, Kemenko Perekonomian, dan Pemprov Sulawesi Selatan untuk mempercepat implementasi kawasan industri, fokus pada:
-
Penyusunan Master Plan Kawasan Industri Takalar
-
Penyiapan lahan dan infrastruktur dasar (jalan, air, listrik, logistik)
-
Fasilitasi investor strategis dan kemitraan dengan BUMN
-
Pengembangan SDM dan pemberdayaan masyarakat sekitar kawasan
Dukungan Akademisi dan Dunia Usaha
Laporan Rebalancing Indonesia’s Industrial Policy (LPEM FEB UI, 2025) menilai kawasan industri di luar Jawa, termasuk Takalar, berperan penting dalam menciptakan ekosistem ekonomi berbasis keunggulan wilayah. Pengembangan berbasis klaster lokal seperti maritim, agroindustri, dan logistik dianggap lebih efektif dibanding pendekatan seragam nasional.
Dengan masuknya Takalar ke daftar PSN 2025, arah pembangunan daerah memasuki fase baru. Pemerintah Kabupaten Takalar menegaskan komitmennya menjadikan momentum ini sebagai titik balik menuju Takalar maju dan berdaya saing ekonomi digital.

Comment