MAKASSAR, SULSELPASTI.COM — Upaya memperkuat pendidikan lingkungan di Kota Makassar memasuki tahap yang lebih terstruktur dan berkelanjutan. Ketua Dewan Lingkungan Hidup Kota Makassar, Melinda Aksa Munafri, secara resmi membuka Bimbingan Teknis (Bimtek) Program Adiwiyata sekaligus mengukuhkan Pengurus Forum Sekolah Adiwiyata Kota Makassar. Kegiatan ini berlangsung di Kantor Kecamatan Manggala, Rabu (15/4/2026).
Acara tersebut dihadiri Kepala Dinas Pendidikan Achi Soleman, Camat Manggala Ahmad, Ketua TP PKK Kecamatan Manggala Lili Suriani Ahmad, Kepala Bidang Persampahan, Limbah B3, dan Peningkatan Kapasitas DLH Aswin Kartapati Harun, serta para kepala sekolah dari berbagai jenjang pendidikan se-Kota Makassar.
Kehadiran lintas sektor ini menegaskan bahwa isu lingkungan kini menjadi agenda prioritas bersama, bukan lagi berjalan secara sektoral. Dalam sambutannya, Melinda menekankan bahwa Program Adiwiyata harus dipahami sebagai upaya pembentukan karakter, bukan sekadar pemenuhan indikator penilaian atau penghargaan.
“Yang kita bangun bukan hanya lingkungan fisik sekolah, tetapi cara pandang. Bagaimana anak-anak tumbuh dengan kesadaran bahwa menjaga lingkungan adalah bagian dari kehidupan sehari-hari,” ujar Melinda.
Ia menjelaskan, implementasi Adiwiyata saat ini telah bertransformasi seiring penerapan Permen LHK Nomor 5 Tahun 2019, yang menuntut penyesuaian tata kelola program, mulai dari administrasi hingga sistem pelaporan yang lebih terukur dan berbasis digital. Karena itu, Bimtek menjadi ruang penting untuk menyamakan pemahaman dan kesiapan seluruh satuan pendidikan.
Salah satu fokus utama kegiatan ini adalah pengenalan Sistem Informasi Adiwiyata (SIDIA) sebagai instrumen pendukung dokumentasi dan pelaporan kegiatan secara digital. Menurut Melinda, SIDIA mendorong transparansi, efisiensi, dan konsistensi pelaksanaan program.
“Ini bukan sekadar aplikasi, tetapi bagian dari sistem yang memastikan Adiwiyata berjalan berkelanjutan,” jelasnya.
Selain pembekalan teknis, agenda dirangkaikan dengan pengukuhan Pengurus Forum Sekolah Adiwiyata Kota Makassar. Forum ini diharapkan menjadi simpul koordinasi antar sekolah dalam bertukar praktik baik, memperkuat kolaborasi, dan mengakselerasi implementasi program di lapangan.
“Forum ini harus hidup, aktif menjadi penggerak, inspirator, dan ruang belajar bersama,” tegas Melinda.
Ia juga menekankan pentingnya sinergi lintas sektor—pemerintah, sekolah, masyarakat, hingga dunia usaha—sebagai kunci keberhasilan Program Adiwiyata. Tanpa kolaborasi yang kuat, program lingkungan berpotensi berjalan parsial dan tidak berkelanjutan.
Menutup kegiatan, Melinda menyampaikan target agar Makassar dapat menjadi percontohan nasional sekolah berbudaya lingkungan. Ia menegaskan bahwa keberhasilan Adiwiyata tidak diukur dari jumlah penghargaan, melainkan dari perubahan perilaku nyata di lingkungan sekolah dan masyarakat.
“Ketika kesadaran itu telah menjadi kebiasaan, di situlah Adiwiyata benar-benar hidup,” pungkasnya. (*)

Comment