Erupsi GAK, Bupati Maros Batal Terbang ke Jakarta

MAROS, SULSELPASTI.COM — Bupati Maros, AS Chaidir Syam, turut terdampak pembatalan  penerbangan imbas penutupan Bandara Soekarno-Hatta.

Penutupan ini imbas dari Erupsi Gunung Anak Krakatau (GAK).

BeliKit Darurat

Chaidir mengaku baru mengetahui informasi penutupan bandara setelah berada di Bandara Internasional Sultan Hasanuddin.

Dia mengaku sudah berada di bandara sejak pukul 04.00 Wita, sekitar dua jam sebelum jadwal keberangkatannya.

“Sebenarnya saya menggunakan pesawat Batik Air pukul 06.20 Wita tapi cancel dan gagal berangkat,” jelasnya.

Akibat pembatalan tersebut, pihak maskapai menyediakan dua opsi, yakni pengembalian uang (refund) atau pemindahan jadwal penerbangan (reschedule).

Chaidir memilih refund dengan jumlah Rp2,1 juta.

“Ada opsi reschedule hanya saja belum ada jadwal pastinya, jadi saya memilih refund,” ujarnya.

Chaidir sedianya berangkat ke Jakarta untuk memenuhi undangan terkait hasil revalidasi Geopark Maros-Pangkep. Acara tersebut dijadwalkan berlangsung Senin, 7 September 2026.

“Hanya saja registrasinya dilakukan hari ini,” ujarnya.

Sebelum berangkat ke bandara, Chaidir mengaku sempat mendapat informasi terkait erupsi Gunung Anak Krakatau dari anaknya yang melihat kabar tersebut di media sosial.

“Kami sudah dapat berita-berita di TikTok, ditanya sama anak saya. Tapi kami bilang tidak apa-apa, mungkin tetap bisa terbang,” jelasnya.

Namun, penerbangan akhirnya batal setelah otoritas penerbangan memutuskan menutup operasional bandara demi keselamatan penerbangan.

“Kita tidak menyangka ada kejadian luar biasa di mana Gunung Anak Krakatau meletus dan berdampak langsung pada penerbangan. Kita menunggu saja, semoga ada kabar baik nantinya. Ini adalah fenomena alam yang tidak bisa kita elakkan,” jelasnya.

Chaidir pun mengapresiasi keputusan otoritas bandara dan maskapai yang memprioritaskan keselamatan penumpang.

“Kami mengucapkan terima kasih kepada seluruh pihak. Lebih baik kita menghindari dampak buruknya daripada memaksakan terbang yang bisa berakibat fatal, bahkan bisa timbul korban jiwa,” pungkasnya. (*)

Comment