MAROS, SULSELPASTI.COM — Tempat Pelelangan Ikan (TPI) Labuang Jalan Bambu Runcing di Kecamatan Turikale Kabupaten Maros diresmikan usai proses rehabilitasi, kemarin.
Peresmiannya dilakukan langsung Bupati Maros, AS Chaidir Syam, dihadiri Wakil Bupati Maros, Suhartina Bohari dan unsur forkopimda lainnya.
Bupati Maros, AS Chaidir Syam mengatakan, rehabilitasi tersebut merupakan yang pertama kalinya dilakukan.
Dimana kata dia, anggaran yang digelontorkan kurang lebih Rp2,5 miliar.
“Berdiri sejak 1998, baru kali ini kita melakukan proses perbaikan. Alhamdulillah kemarin telah kita resmikan TPI di Labuang. Sekarang sudah lebih bersih dan lebih nyaman, masyarakat lebih enak dalam proses transaksi,” jelasnya saat dikonfirmasi, Minggu (3/9/2023).
TPI Labuang hingga saat ini masih menjadi primadona masyarakat Maros untuk mendapatkan ikan segar dan murah.
“Selain memberikan kenyamanan bagi masyarakat, ini juga menjadi dukungan pemerintah daerah bagi para nelayan dalam menjual hasil tangkapannya,” kata Chaidir.
Proses rehabilitasi yang dilakukan, kata dia, diantaranya pemasangan tegel pada tempat berjualan ikan serta melakukan perbaikan saluran air.
“Jadi hasil air bekas di pelelangan ikan ini kita buatkan saluran yang lebih higienis hingga ke tempat pengolahan. Sehingga airnya tidak langsung dibuang ke sungai,” ungkap mantan Ketua DPRD Maros ini.
Dia mengatakan kalau proses rehab ini dilakukan untuk memaksimalkan TPI agar lebih higienis di Maros.
Dia juga agar masyarakat dan nelayan dapat lebih nyaman dalam bertransaksi.
“Seluruh Forkopimda, juga Ibu Wabup hadir. Usai peresmian, alhamdulilah para pedagang terlihat menyambut baik perbaikan ini,”katanya.
Sementara itu Sekretaris Dinas Perikanan Kabupaten Maros, Muhisal mengatakan jika dalam proses rehab ini, TPI tak hanya ditambah luasannya.
Namun juga dibuat agar lebih higienis.
“Kita tegel supaya lebih higienis dan saluran pembuangan air ikannya kita buatkan IPAL. Juga buatkan kotak, sehingga pembeli tak lagi bersentuhan dengan air ikan dan jalan lebih bersih tidak becek,”jelasnya.
Dengan rampungnya rehabilitasi TPI ini kata dia, diharapkan agar produksi perikanan bisa lebih meningkatm
“Serta produk yang dihasilkan bisa lebih terjamin kualitasnya,” sebutnya.
Dia menambahkan kalau saat ini ada 400 penjual yang berdagang di TPI.
“Kita berharap setelah rehab ini target PAD sebesar Rp850 juta per tahun bisa terealisasi,” pungkasnya. (*)

Comment