MAKASSAR, SULSELPASTI.COM — Pokja Bunda PAUD Provinsi Sulawesi Selatan terus memperkuat komitmen menghadirkan layanan Pendidikan Anak Usia Dini (PAUD) yang inklusif, berkualitas, dan ramah bagi seluruh anak.
Komitmen tersebut diwujudkan melalui Webinar PANRITA PAUD Seri 2 yang digelar secara daring melalui Zoom, sebagai bagian dari agenda rutin bulanan Bunda PAUD Provinsi Sulawesi Selatan Tahun 2026.
Webinar seri kedua ini mengangkat tema “Menyongsong Wajib Belajar 1 Tahun Prasekolah di PAUD: Buddy System, Solusi PAUD Inklusif dengan Guru Pendamping Khusus (GPK) Terbatas.”
Tema tersebut dinilai relevan dengan tantangan yang dihadapi satuan PAUD dalam memberikan layanan pendidikan inklusif, terutama di tengah masih terbatasnya ketersediaan Guru Pendamping Khusus (GPK).
Melalui kegiatan ini, para pendidik PAUD diharapkan memperoleh penguatan kapasitas, kompetensi pedagogik, dan profesionalisme sehingga mampu memberikan layanan pembelajaran yang lebih adaptif terhadap kebutuhan setiap anak.
PANRITA PAUD sendiri merupakan akronim dari Profesional dalam Mengajar, Adaptif terhadap Perkembangan Anak, Nurturing (Mendidik dengan Kasih Sayang), Responsif terhadap Kebutuhan Belajar Anak, Inovatif dalam Pembelajaran, Tangguh dan Berdedikasi, serta Amanah dalam Mendidik Generasi.
Nilai-nilai tersebut diharapkan menjadi karakter yang melekat dalam diri para pendidik PAUD di Sulawesi Selatan, sehingga mampu menghadirkan proses pembelajaran yang berkualitas dan berpihak pada kebutuhan anak.
Webinar dibuka secara resmi oleh Bunda PAUD Provinsi Sulawesi Selatan, ****.
Dalam sambutannya, ia mengajak seluruh pemangku kepentingan untuk memperkuat kolaborasi dalam menyukseskan implementasi Wajib Belajar 1 Tahun Prasekolah.
Menurutnya, keberhasilan kebijakan tersebut membutuhkan keterlibatan berbagai pihak, mulai dari pemerintah daerah, satuan pendidikan, pendidik, hingga orang tua.
Pemerintah daerah, kata dia, perlu terus memperluas akses terhadap layanan PAUD yang berkualitas dan merata. Di sisi lain, para pendidik juga dituntut meningkatkan kompetensi agar mampu menciptakan lingkungan belajar yang aman, nyaman, dan ramah bagi seluruh anak.
“Orang tua juga memiliki peran strategis dalam memastikan anak mendapatkan pendidikan sejak usia dini. Pendidikan pada fase ini menjadi fondasi penting bagi keberhasilan anak pada jenjang pendidikan berikutnya,” ujarnya.
Dalam webinar tersebut, peserta juga diperkenalkan dengan pendekatan Buddy System sebagai salah satu alternatif dalam memperkuat layanan PAUD inklusif.
Buddy System merupakan model pendampingan yang mengoptimalkan interaksi antarsiswa dengan dukungan pendidik. Pendekatan ini memungkinkan anak berkebutuhan khusus tetap belajar bersama dengan siswa lainnya di sekolah reguler secara aman, nyaman, dan setara.
Model tersebut dinilai dapat menjadi salah satu solusi dalam menghadapi keterbatasan jumlah GPK, tanpa mengurangi hak anak berkebutuhan khusus untuk memperoleh layanan pendidikan yang inklusif.
Melalui Webinar PANRITA PAUD, Pokja Bunda PAUD Sulsel berharap semakin banyak pendidik memiliki pemahaman dan keterampilan dalam menerapkan praktik pembelajaran inklusif di satuan PAUD.
Upaya tersebut sekaligus menjadi bagian dari penguatan ekosistem pendidikan anak usia dini yang berkualitas, berkeadilan, dan berkelanjutan.
Dengan kolaborasi yang semakin kuat antara pemerintah, pendidik, satuan pendidikan, dan keluarga, Sulawesi Selatan diharapkan mampu mempersiapkan generasi yang sehat, cerdas, berkarakter, dan siap menyongsong implementasi Wajib Belajar 13 Tahun. (*)

Comment