MAKASSAR, SULSELPASTI.COM — Pemerintah Kabupaten Luwu Utara menawarkan beragam peluang investasi berbasis sumber daya alam, hilirisasi, ekonomi biru, energi terbarukan hingga UMKM kepada investor dalam kegiatan yang berlangsung di Sandeq Ballroom Hotel Claro Makassar, Senin (3/8/2026).
Peluang investasi tersebut dipaparkan Bupati Luwu Utara, Andi Abdullah Rahim, melalui presentasi bertajuk “Investasi Berbasis Sumber Daya Alam dan UMKM Berdaya Saing Global: Dari Potensi Luwu Utara Menuju Investasi Nyata.”
Kegiatan ini dibuka Wakil Presiden Republik Indonesia ke-10 dan ke-12, H. Muhammad Jusuf Kalla. Dalam sambutannya, Jusuf Kalla menekankan pentingnya investasi daerah sebagai salah satu penggerak pertumbuhan ekonomi, peningkatan daya saing, dan penciptaan lapangan kerja melalui sinergi pemerintah dan dunia usaha.
Momentum tersebut dimanfaatkan Pemkab Luwu Utara untuk memperkenalkan potensi unggulan daerah sekaligus membuka ruang kolaborasi dengan investor dan pelaku usaha.
Bupati Andi Abdullah Rahim mengatakan, perubahan ekonomi global menuntut pemerintah daerah menghadirkan iklim investasi yang kompetitif, berkelanjutan, produktif, dan memberikan nilai tambah bagi masyarakat.
“Dunia telah berubah, begitu pula pola investasi. Investor kini mencari daerah yang memiliki stabilitas, produktivitas, kepastian, serta komitmen untuk tumbuh bersama. Luwu Utara hadir dengan seluruh potensi tersebut,” ujar Andi Abdullah Rahim.
Potensi Ekonomi Luwu Utara
Bupati memaparkan, Luwu Utara merupakan kabupaten terluas di Sulawesi Selatan dengan luas wilayah mencapai 7.422,26 kilometer persegi.
Daerah ini memiliki jumlah penduduk sekitar 337 ribu jiwa, dengan penduduk usia produktif mencapai 69,07 persen. Sementara pertumbuhan ekonomi Luwu Utara pada 2025 tercatat 6,19 persen.
Menurutnya, kondisi tersebut menjadi modal penting dalam membangun ekosistem investasi yang berkelanjutan.
Sejumlah sektor ditawarkan kepada investor, mulai dari pertanian, perkebunan, peternakan, perikanan, pertambangan, energi baru terbarukan, pariwisata hingga UMKM.
Hilirisasi Kakao Jadi Investasi Strategis
Salah satu peluang investasi yang menjadi unggulan adalah Kawasan Hilirisasi Kakao Luwu Utara.
Luwu Utara merupakan salah satu sentra produksi kakao terbesar di Sulawesi Selatan, dengan produksi mencapai 25.526 ton per tahun dari areal perkebunan seluas 39.411 hektare.
Pemkab Luwu Utara mendorong pengembangan industri pengolahan kakao terintegrasi agar komoditas tersebut tidak hanya dipasarkan dalam bentuk bahan mentah, tetapi mampu menghasilkan produk dengan nilai tambah tinggi.
Kawasan Industri Munte disiapkan sebagai salah satu lokasi investasi, dengan kebutuhan investasi sekitar Rp300 miliar dan lahan siap investasi seluas 15 hektare.
Blue Economy hingga Agroindustri
Selain kakao, sektor blue economy menjadi salah satu peluang yang ditawarkan.
Dengan garis pantai mencapai 106,77 kilometer, Luwu Utara memiliki potensi perikanan tangkap, perikanan budidaya, dan rumput laut.
Peluang investasi terbuka untuk pembangunan cold storage, industri pengolahan hasil perikanan, hingga industri pengolahan rumput laut yang menyasar pasar domestik maupun ekspor.
Potensi besar juga terdapat pada sektor agroindustri pangan. Produksi padi Luwu Utara mencapai 258.457 ton per tahun, sedangkan jagung mencapai 57.267 ton per tahun.
Total produksi kedua komoditas tersebut mencapai lebih dari 315 ribu ton setiap tahun, sehingga membuka peluang investasi pada modern rice milling, industri tepung, pengemasan, branding, hingga industri pakan ternak.
Sawit, Kopi dan Energi Terbarukan
Sektor perkebunan juga menjadi kekuatan ekonomi daerah. Komoditas kelapa sawit tercatat memiliki produksi lebih dari 496.033 ton per tahun.
Sementara kopi Robusta dan Arabika Luwu Utara telah memiliki Indikasi Geografis (IG), sehingga berpotensi dikembangkan melalui industri pengolahan dan hilirisasi.
Pemkab mendorong investasi pada industri hilir sawit, pengolahan kopi, bioenergi, serta pengembangan ekonomi sirkular.
Di sektor pertambangan, Luwu Utara memiliki potensi sumber daya berupa emas, bijih besi, dan bahan galian C.
Daerah ini juga memiliki potensi energi baru terbarukan, seperti PLTA, PLTMH, dan panas bumi yang tersebar di sejumlah wilayah.
Hutan dan Perdagangan Karbon
Potensi investasi lainnya adalah perdagangan karbon.
Dengan tutupan hutan mencapai sekitar 75 persen atau 556.666 hektare, Luwu Utara memiliki potensi aset karbon alam yang dapat dikembangkan melalui agroforestry carbon, restorasi ekosistem, perlindungan daerah aliran sungai, serta kemitraan karbon.
Menurut Bupati, peluang tersebut sejalan dengan kebutuhan investasi yang mengedepankan prinsip ESG (Environmental, Social, and Governance) dan target Net Zero Emission.
Pariwisata dan UMKM Berdaya Saing Global
Di sektor pariwisata, Luwu Utara menawarkan investasi berbasis ekowisata dengan memanfaatkan kekayaan alam seperti kawasan pegunungan, air terjun, sungai untuk olahraga arung jeram, serta wisata air panas.
Pengembangan pariwisata diarahkan tetap memperhatikan keberlanjutan sekaligus memberikan dampak ekonomi langsung kepada masyarakat.
Sementara itu, sektor UMKM menjadi bagian penting dari strategi penguatan ekonomi daerah.
Saat ini terdapat sekitar 13.700 UMKM di Luwu Utara. Pemerintah daerah terus mendorong pelaku UMKM melalui digitalisasi, penguatan klaster usaha, serta transformasi bisnis agar mampu memperluas pasar hingga tingkat global.
Pemkab Siapkan Kemudahan Investasi
Untuk menciptakan iklim investasi yang kondusif, Pemkab Luwu Utara terus memperkuat pelayanan melalui perizinan yang cepat dan transparan, kepastian regulasi dan tata ruang, dukungan infrastruktur strategis, kemitraan dengan dunia usaha, serta pendampingan investasi secara terpadu.
Menutup paparannya, Bupati Andi Abdullah Rahim mengajak investor menjadikan Luwu Utara sebagai mitra investasi jangka panjang.
“Buka peluang, tanam investasi, panen masa depan di Luwu Utara. Kami siap menjadi mitra yang memberikan kepastian, kemudahan, dan keberlanjutan bagi setiap investasi yang masuk demi kemajuan daerah dan kesejahteraan masyarakat.”
Presentasi tersebut menjadi bagian dari strategi Pemkab Luwu Utara memperkenalkan potensi investasi unggulan sekaligus memperkuat posisi daerah sebagai salah satu destinasi investasi prospektif di Kawasan Timur Indonesia. (*)

Comment