Sulsel Dapat Tambahan 25 Ribu Rumah Subsidi, Menteri Ara Apresiasi Komunikasi Gubernur

MAKASSAR, SULSELPASTI.COM — Sulawesi Selatan mendapat tambahan kuota 25.000 unit rumah subsidi dari Kementerian Perumahan dan Kawasan Permukiman (PKP).

Tambahan kuota tersebut disampaikan Menteri PKP Maruarar Sirait atau Menteri Ara dalam Rapat Koordinasi yang digelar secara virtual melalui Zoom Meeting, Kamis (17/9/2026).

Tambahan itu diberikan setelah Gubernur Sulsel Andi Sudirman Sulaiman sebelumnya mengusulkan kuota tambahan sebanyak 20.000 unit rumah subsidi untuk memenuhi kebutuhan masyarakat di Sulsel.

“Saya senang sekali kepada Pak Gubernur karena komunikasi sangat baik. Kita kasih 25 ribu tambahan kuota untuk Sulsel,” ujar Menteri Ara dalam rapat tersebut.

Dalam rapat itu, Andi Sudirman menyampaikan bahwa tambahan kuota rumah subsidi dibutuhkan untuk memperluas akses kepemilikan rumah bagi masyarakat.

Ia berharap program tersebut tidak hanya menyasar masyarakat umum, tetapi juga dapat dimanfaatkan oleh aparatur sipil negara (ASN), petani, hingga nelayan.

“Kami kalau bisa minta rumah subsidi tambahan 20 ribu, Pak Menteri. Kami rencana untuk ASN dan warga serta petani dan nelayan juga bisa mendapatkan rumah subsidi,” kata Andi Sudirman.

Menteri Ara kemudian merespons usulan tersebut dengan memberikan tambahan kuota yang lebih besar, yakni 25.000 unit.

Menurutnya, keputusan tersebut tidak lepas dari progres pelaksanaan program rumah subsidi di Sulsel yang dinilai berjalan baik.

Ia juga mengapresiasi koordinasi antara Pemerintah Provinsi Sulsel, Balai PKP, serta asosiasi pengembang perumahan, termasuk REI dan Apersi.

“Progress rumah subsidi Sulsel bagus karena komunikasi Gubernur, Balai dengan REI dan Apersi. Ini patut dicontoh Balai PKP lainnya. Kalau mau tambah kuota, kita kasih,” ujar Menteri Ara.

Tambahan kuota tersebut diharapkan semakin memperluas kesempatan masyarakat Sulsel untuk memiliki hunian layak dan terjangkau, sekaligus mendukung kebutuhan perumahan bagi kelompok masyarakat seperti ASN, petani, dan nelayan. (*)

Comment