Sembilan Kecamatan di Maros Jadi Langganan Kekeringan

MAROS, SULSELPASTI.COM — Sekitar sembilan Kecamatan di Kabupaten Maros jadi langganan kekeringan.

Hal itu diungkapkan Kepala Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Maros, Towadeng, Jumat, 21 Juni.

Dia mengatakan kalau kesembilan kecamatan yakni Bontoa, Maros Baru, Lau, Mandai, Marusu, Bantimurung, Simbang, Tanralili dan Turikale.

“Sembilan kecamatan dengan 31 desa kelurahan yang merupakan langganan kekeringan tiap tahunnya,” jelas mantan Sekwan DPRD Maros ini.

Namun hingga kini pihaknya belum menerima laporan dari pemerintah setempat terkait krisis air bersih.

Kemungkinan kata dia, dampak kekeringan baru dirasakan akhir bulan Juli mendatang.

“Minggu lalu kami sudah berkoordinasi dengan BMKG terkait kondisi cuaca tahun ini, dampak kekeringan baru mulai terasa di akhir bulan Juli dan puncaknya di Agustus dan September,” ungkapnya.

Dia menjelaskan kalau di
Kecamatan Bontoa ada sembilan desa yang kerap mengalami krisis air bersih.

“Tapi belum ada laporan dari pemerintash setempat sehingga kami masih tetap standby untuk penanggulangan bencana kekeringan tersebut,” katanya.

Pihaknya telah menyiagakan personel dan membentuk posko untuk bersiaga menghadapi bencana kekeringan ini.

“Kami setiap hari tetap bersiaga di posko secara bergantian terdiri dari 16 satgas piket untuk memantau potensi bencana yang akan terjadi,” sebutnya.

Pihaknya juga ada anggaran Biaya Tak Terduga (BTT) yang disediakan kalau-kalau terjadi krisis air bersih.

Dimana anggarannya, senilai Rp100 juta untuk BBM, pembelian air dan operasional personil yang bertugas dalam penyaluran air bersih.

“Jadi tugas kami menganalisa dan menyusun lapiran terkait kondisi cuaca yang terjadi saat ini termasuk saat terjadi kekeringan akibat kemarau panjang, nanti setelah disposisi dari bupati akan langsung disalurkan,” ungkapnya.

Terkait penyaluran air bersih pun telah dikoordinasikan dengan Damkar dan PDAM.

“Sebab kami di BPBD tak memiliki mobilisasi untuk mobil tangki, yang ada itu di Damkar dan PDAM,” pungkasnya.(*)

Comment