MAKASSAR, SULSELPASTI.COM — Pameran Kriya dan Wastra Dewan Kerajinan Nasional Daerah (Dekranasda) se-Indonesia akan digelar di Trans Studio Mall Makassar pada 9–12 Juli 2026. Untuk pertama kalinya, pameran nasional ini sengaja diboyong ke pusat perbelanjaan modern sebagai strategi memperluas jangkauan pasar UMKM dan mendekatkan produk kriya serta wastra kepada masyarakat luas.
Pameran ini merupakan rangkaian peringatan Hari Kesatuan Gerak (HKG) PKK ke-54 dan HUT ke-46 Dekranas. Puncak peringatan HUT ke-46 Dekranas pada Jumat, 10 Juli 2026, dijadwalkan dibuka secara resmi oleh Ketua Umum Dekranas sekaligus Istri Wakil Presiden RI, Selvi Ananda, didampingi jajaran pengurus Dekranas Pusat serta anggota Solidaritas Perempuan untuk Indonesia (Seruni).
Ketua Harian TP PKK Sulawesi Selatan, Melani Simon, mengatakan pemilihan Trans Studio Mall sebagai lokasi pameran merupakan langkah strategis agar produk kerajinan daerah lebih dekat dengan konsumen urban. “Puncak peringatan di Trans Studio Mall Makassar dijadwalkan dibuka resmi oleh Ibu Wakil Presiden, Selvi Ananda,” ujarnya dalam konferensi pers di Kantor Gubernur Sulsel, Senin (29/6/2026).
Panitia menyiapkan sekitar 200 stan untuk memeriahkan pameran. Sebanyak 158 stan di antaranya diisi oleh Dekranasda provinsi, kabupaten, dan kota dari seluruh Indonesia, sementara sisanya berasal dari kementerian, lembaga, serta mitra strategis. Ratusan stan ini akan menampilkan beragam produk unggulan daerah, mulai dari wastra Nusantara, fesyen etnik, kerajinan tangan, hingga aksesori khas daerah.
Ketua Panitia Harian, Sukarniaty Kondolele, menjelaskan bahwa kehadiran pameran di mal menjadi strategi adaptif untuk memotong jarak antara perajin tradisional dan konsumen, khususnya generasi muda. Menurutnya, arus pengunjung mal yang sudah terbentuk memberikan peluang lebih besar bagi produk UMKM untuk dilihat dan diminati.
“Ini kesempatan baik untuk mendekatkan kriya dan wastra kepada masyarakat. Mereka yang sebelumnya mungkin tidak pernah datang ke pameran kerajinan khusus, kini bisa melihat langsung produk unggulan daerah di sela aktivitas mereka,” jelas Sukarniaty, Selasa (30/6/2026).
Ia menambahkan, ruang publik modern seperti mal juga efektif untuk mempopulerkan kembali wastra Nusantara di tengah tren fesyen kontemporer. Selain mendorong transaksi langsung, interaksi yang terbangun diharapkan membuka peluang kolaborasi jangka panjang antara perajin, desainer, dan sektor ritel.
Pameran ini diproyeksikan dihadiri sekitar 4.000 hingga 5.000 peserta dari berbagai daerah di Indonesia yang mengikuti rangkaian HKG PKK ke-54 dan HUT ke-46 Dekranas. Tingginya jumlah kunjungan tersebut diperkirakan akan mendorong perputaran ekonomi lokal Makassar, khususnya pada sektor perhotelan, transportasi, kuliner, dan pusat perbelanjaan.
Selain pameran kriya dan wastra, rangkaian kegiatan juga akan diramaikan dengan aksi sosial pemecahan Rekor MURI minum Multiple Micronutrient Supplement (MMS) serentak oleh ibu hamil terbanyak di Sulawesi Selatan. Panitia juga menyiapkan layanan cek kesehatan gratis, festival kuliner, jalan sehat, serta promosi destinasi wisata daerah.
Melalui penyelenggaraan pameran di pusat perbelanjaan modern, Pemerintah Provinsi Sulawesi Selatan berharap produk kriya daerah semakin dikenal, memiliki daya saing kuat di pasar modern, serta mampu menembus pasar yang lebih luas sejalan dengan tema “Cipta Kriya Berkelanjutan, Perajin Mendunia.” (*)

Comment