MAROS, SULSELPASTI.COM — Kejuaraan Daerah (Kejurda) arung jeram yang digelar Federasi Arung Jeram Indonesia (FAJI) Kabupaten Maros di Kecamatan Tompobulu resmi berakhir, Minggu, 10 Mei 2025.
Menariknya, ajang yang berlangsung sejak Kamis, 7 Mei 2026 itu berjalan sukses dan diikuti sejumlah tim dari berbagai daerah.
Ketua FAJI Maros, Mustahir, mengaku sangat bersyukur atas terlaksananya kegiatan ini.
Dia juga mengaku sangat mengapresiasi antusiasme para peserta yang ikut meramaikan lomba ini.
“Alhamdulillah seluruh rangkaian lomba berjalan lancar dan sukses. Para peserta juga menunjukkan kemampuan terbaiknya di setiap kategori,” katanya.
Dalam kejuaraan tersebut, empat nomor lomba dipertandingkan, yakni Sprint, Head to Head (HTH), Slalom, dan Down River Race (DRR), yang masing-masing menguji kecepatan, teknik, kekompakan, hingga daya tahan tim di lintasan sungai dengan arus menantang.
Dalam ajang ini, Mapala Universitas Muhammadiyah Palopo (UMP) unggul dengan keberhasilnnya meraih dua medali emas, masing-masing pada nomor Sprint dan Down River Race (DRR). Juga berhasil meraih satu perak dan perunggu di masing-masing kategori nomor HTH dan Slalom.
Kemudian tim Maros 1 menjadi yang terbaik di nomor Head to Head (H2H) dengan keberhasilannya meraih medali emas. Serta memperoleh satu medali perunggu pada kategori DRR.
Selanjutnya UKI Paulus Makassar unggul dengan keberhasilannya meraih emas dikategori Slalom dan juga satu perunggu di kategori Sprint.
Sedangkan Maros 2 berhasil meraih dua perak pada kategori Sprint dan DRR serta satu medali perunggu pada kategori HTH.
Sementara Makassar memperoleh satu medali perak pada kategori Slalom.
Bupati Maros, AS Chaidir Syam, pun hadir dan menutup langsung Kejurda yang digelar selama empat hari ini.
Dia mengaku sangat mengapresiasi atas suksesnya pelaksanaan Kejuaraan Daerah (Kejurda) arung jeram di Kecamatan Tompobulu ini.
“Kami sangat mengapresiasi kerja keras panitia, FAJI Maros, serta seluruh peserta yang telah menunjukkan semangat sportivitas dan prestasi terbaik,” katanya.
Dia mengatakan, kegiatan ini bukan hanya sekadar ajang kompetisi, tetapi juga menjadi bagian penting dalam pembinaan atlet serta pengembangan potensi olahraga arus deras di Kabupaten Maros.
“Kejurda ini menjadi momentum untuk melahirkan atlet-atlet berbakat yang ke depan bisa mengharumkan nama Sulawesi Selatan di tingkat nasional bahkan internasional,” ungkapnya.
Dia juga menilai kegiatan tersebut berdampak positif terhadap promosi wisata alam Maros, khususnya di kawasan Tompobulu yang memiliki potensi sungai berarus deras.
“Kita berharap kegiatan seperti ini terus berlanjut karena tidak hanya membina prestasi olahraga, tetapi juga mendorong sektor pariwisata dan ekonomi masyarakat setempat,” jelasnya.
Dia menambahkan, Kejurda ini bukan hanya ajang kompetisi, tetapi juga bagian dari pembinaan atlet serta upaya menjaring bibit unggul di cabang olahraga arung jeram. (*)

Comment