LUWU UTARA, SULSELPASTI.COM — Pesantren Darul Arqam Muhammadiyah (DAM) Balebo, Kabupaten Luwu Utara, kembali menorehkan prestasi dengan mewisuda 56 santri dan santriwati pada Wisuda Tahfidz Qur’an Angkatan III, Senin (18/5/2026). Prosesi berlangsung khidmat di Aula Pertemuan RM Ulu Bete, Kecamatan Mappedeceng.
Para wisudawan terdiri atas 25 santri dan 31 santriwati, dengan capaian hafalan berjenjang mulai dari 30 juz, 20 juz, 10 juz, hingga 5 juz. Mengusung tema “Mencetak Generasi Qur’ani, Berakhlak Mulia, dan Berprestasi”, kegiatan ini terasa istimewa karena dihadiri langsung oleh Bupati dan Wakil Bupati Luwu Utara.
Dalam sambutannya, Andi Abdullah Rahim menyampaikan apresiasi tinggi kepada Pesantren DAM Balebo dan keluarga besar Muhammadiyah atas konsistensinya membina generasi penghafal Al-Qur’an.
“Atas nama pemerintah daerah, saya mengucapkan terima kasih kepada Muhammadiyah Luwu Utara, khususnya Pesantren DAM Balebo, yang telah membina anak-anak kita dalam suasana keislaman untuk melahirkan generasi Qur’ani,” ujarnya.
Bupati juga menegaskan dukungan penuh terhadap upaya Muhammadiyah dalam pengembangan pendidikan dan amal usaha di daerah. Menurutnya, ikhtiar tersebut merupakan bagian dari dakwah untuk kemaslahatan umat, daerah, dan bangsa.
Sementara itu, Wakil Ketua Pimpinan Wilayah Muhammadiyah (PWM) Sulawesi Selatan, Dr. H. Mawardi Pewangi, M.Pd.I., menekankan pentingnya transformasi pesantren agar adaptif terhadap perkembangan zaman.
“Pesantren harus dinamis dan kreatif, berpikir ke depan untuk masa depan yang lebih maju dan mencerahkan,” tegas Wakil Rektor III Unismuh Makassar tersebut. Ia juga mengingatkan agar pesantren Muhammadiyah melahirkan santri berkarakter, terbuka, toleran, dan inklusif.
Mudir Pesantren DAM Balebo, K.H. Untung Subardi, S.Ag., M.Pd., menyampaikan terima kasih kepada seluruh pihak yang mendukung terselenggaranya wisuda. Ia menegaskan komitmen pesantren untuk terus berbenah, termasuk penyediaan fasilitas pendukung demi optimalisasi proses menghafal Al-Qur’an.
“Wisuda ini bukan akhir, melainkan awal tanggung jawab besar untuk menjaga hafalan dan mengamalkannya dalam kehidupan sehari-hari,” ujarnya.
Momen haru mewarnai prosesi ketika para wisudawan memasangkan mahkota kepada orang tua masing-masing—simbol kemuliaan dan bakti, yang disambut isak tangis bahagia hadirin. Selain itu, dilakukan pula ujian hafalan berjenjang sebagai bagian dari rangkaian wisuda.
Turut hadir dalam kegiatan ini Pimpinan Daerah Muhammadiyah (PDM) Luwu Utara, sesepuh Muhammadiyah, pimpinan Baznas, Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan, perwakilan Kemenag, serta unsur BKPRMI. Wisuda Angkatan III ini menegaskan konsistensi Pesantren DAM Balebo dalam membumikan Al-Qur’an di Bumi La Maranginang—sebutan lain bagi Luwu Utara. (*)

Comment