Realisasi PAD Maros Capai Rp112 Miliar

MAROS, SULSELPASTI.COM  — Hingga kini, realisasi Pendapatan Asli Daerah (PAD) Kabupaten Maros baru mencapai 32,33 persen.

Realiasi itu terhitung Januari hingga April 2026. Dimana angkanya baru mencapai Rp112 miliar dari target Rp347 miliar.

Hal tersebut tertuang dalam rapat evaluasi PAD yang digelar di Ruang Marusu, Selasa, 12 Mei 2026.

Sehingga Pemerintah Kabupaten Maros masih harus mengejar sekitar Rp234,9 miliar untuk mencapai target PAD tahun ini.

Wakil Bupati Maros, Muetazim Mansyur, meminta seluruh OPD dan kecamatan segera memaksimalkan potensi penerimaan pajak.

Dia juga meminta agar dilakukan pengecekan untuk kecamatan dengan capaian yang masih minim.

“Untuk kecamatan dengan capaian sangat minim, tolong dicek,” tegasnya.

Dia juga mengimbau agar satu bulan ke depan bisa dimanfaatkan dengan baik. Sehingga bisa mencapai target.

Selain sektor PBB, capaian PAD dari sejumlah Organisasi Perangkat Daerah (OPD) hingga April 2026 disebut mengalami peningkatan.

Dinas Pariwisata, Pemuda dan Olahraga menjadi OPD dengan capaian tertinggi, yakni 69 persen atau Rp883 juta dari target Rp1,2 miliar.

Kemudian Dinas Lingkungan Hidup dengan capaian 56 persen atau Rp142 juta dari target Rp250 juta.

Sementara Dinas Kesehatan mencapai 34 persen atau sekitar Rp10 miliar dari target Rp30 miliar.

Untuk capaian terendah berasal dari Dinas Koperasi, Usaha Kecil dan Menengah, Perindustrian dan Perdagangan (Kopurindag) yang baru mencapai 19,12 persen atau Rp831 juta dari target Rp4,3 miliar.

“Kalau Dinas Pertanian dan Ketahanan Pangan sekitar 19,9 persen atau Rp129 juta dari target Rp650 juta,” kata mantan Kadis PU Maros ini.

Dia juga menyebut Dinas Pertanian meminta penurunan target sewa Barang Milik Daerah (BMD) karena alat pertanian sering mengalami kerusakan dan terkendala biaya operasional.

“Tadi juga pertanian minta diturunkan target sewa BMD karena alatnya selalu rusak dan tidak ada biaya operasional,” sebutnya.

Sementara itu, Kepala Badan Pendapatan Daerah (Bapenda) Maros, M Ferdiansyah, menjelaskan untuk PAD dari sektor Pajak Bumi dan Bangunan(PBB) mencapai Rp4,3 miliar dari target Rp41 miliar

Dimana untuk capaian PBB tertinggi dicapai Kecamatan Camba dengan persentase 23,90 persen atau Rp41,8 juta dari target Rp175 juta.

Untuk yang terendah yakni di Kecamatan Mandai. Dimana PBB nya baru mencapai 1,59 persen atau Rp334 juta dari target sekitar Rp21 miliar. (*)

Comment