BPBD Maros Telah Salurkan 168 Tangki Air Bersih di Lokasi Kekeringan

MAROS, SULSELPASTI.COM – Selama musim kemarau, Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Maros telah menyalurkan sekitar 168 tangki air bersih.

Dimana dalam penyalurannya itu, BPBD Maros menyasar beberapa lokasi yang terdampak kekeringan.

Kepala BPBD Maros, Fadli menjelaskan kalau penyaluran air bersih ini sudah dilakukan sejak bulan Agustus lalu.

“Kami menyasar daerah terdampak kekeringan paling parah seperti di daerah pesisir. Sampai hari ini sudah 168 tangki kami salurkan,” katanya.

Untuk hari ini pihaknya menyalurkan air bersih di Kelurahan Soreang Kecamatan Lau.

Dia juga mengatakan hingga saat ini sudah ada tiga wilayah yang mengalami krisis air cukup parah.

Tiga kecamatan ini, kata dia, mayoritas berada di wilayah pesisir Maros.

“Kita prioritas di kecamatan pesisir yakni Kecamatan Bontoa, Lau dan Maros Baru,”kata mantan Camat Turikale ini.

Tiap harinya pihaknya menyalurkan sebanyak enam tangki berisi 5 ribu liter.

“Jadi sekitar 30 ribu liter air tersalurkan tiap hari di desa atau kelurahan,” sebutnya.

Penyaluran air bersih dipusatkan kawasan pemukiman warga yang telah ditentukan oleh pemerintah desa atau kelurahan setempat.

“Tempat penyalurannya ditentukan oleh pemerintah setempat, umumnya kawasan pemukiman warga yang memang membutuhkan air bersih,”ungkapnya.

Sementara itu, Bupati Maros AS Chaidir Syam mengatakan pihaknya menganggarkan Rp2 Miliar Biaya Tak Terduga (BBT) untuk mengatasi kekeringan di musim kemarau ini.

“Jadi salah satu post anggaran BTT ini digunakan untuk penyaluran air bersih dan bantuan kekeringan,”sebut mantan Ketua DPRD Maros ini.

Dia mengatakan kalau saat ini, anggaran masih tersisa Rp1,5 M.

Bahkan rencananya, Pemda Maros akan membuat sumur bor di beberapa wilayah yang terdampak kemarau yang cukup parah.

Sumur bor ini dianggap mengatasi kekeringan ekstrim yang terjadi di Maros.

“Kita lagi melihat juga potensi-potensi yang bisa dibuatkan sumur bor, termasuk di sektor pertanian untuk kegiatan pompanosasi,”pungkasnya.(*)

Comment