29 Sekolah Ambil Bagian pada Lomba Literasi Budaya dan Sejarah Disbud Makassar

MAKASSAR, SULSELPASTI.COM — Dinas Kebudayaan (Disbud) Kota Makassar terus berkomitmen untuk menjaga eksistensi budaya dan sejarah Kota Makassar. Salah satu upanya lewat Lomba Literasi Budaya Sejarah Kota Makassar tahun 2024.

Lomba ini merupakan rangkaian dari Hari Kebudayaan Kota Makassar yang ke-6 tahun 2024. Lomba ini diikuti oleh pelajar dari Sekolah Menengah Pertama (SMP) dan Sekolah Menengah Atas (SMA). Total ada 29 sekolah yang jadi peserta pada lomba ini.

Lomba ini berlangsung di halaman Museum Kota Makassar, Rabu (20/3/2024). Dibuka langsung oleh Sekretaris Dinas Kebudayaan Kota Makassar Dr. H. Muhammad Fadli Tahar S.E., M.M yang dalam hal ini mewakili Kepala Dinas Kebudayaan Kota Makassar.

“Pengembangan potensi dan bakat seni untuk generasi muda kita bertujuan untuk mengembangkan serta melestarikan peninggalan budaya leluhur, sekaligus melatih generasi muda kita dalam berkesenian seperti kegiatan yang kita laksanakan pagi ini. Khususnya di bidang literasi pendidikan, yaitu kemampuan mengakses, memahami, dan menggunakan sesuatu secara cerdas melalui berbagai aktivitas, yakni membaca, melihat, menyimak, menulis dan atau berbicara,” papar Fadli Tahar.

Ia menjelaskan, Dinas Kebudayaan Kota Makassar sangat menyadari sepenuhnya bahwa Kota Makassar dipenuhi bakat. Bakat terbaik yang hanya saja terkadang tidak muncul di permukaan kepandaiannya tersembunyi di antara lorong-lorong yang ada di sudut-sudu kota Makassar.

“Untuk itulah kami gagas kegiatan ini, dengan harapan bisa membuka jalan kepada para generasi muda khususnya pelajar tingkat Sekolal Menengah Pertama (SMP) dan tingat Sekolah Menengah Atas (SMA) yan berbakat untuk unjuk kebolehan, dan kami berikan wadah melalui lomba ka ini,” tambahnya.

Fadli Tahar menambahkan, kegiatan lomba literasi budaya sejarah adalah salah satu dari sekian banya kegiatan rutin Dinas Kebudayaan Kota Makassar khususnya di Bidang Penerapan Seni & Budaya dalam menciptakan generasi bangsa yang sadar budaya dengan melibatkan semua unsur dalam lingkungan sekolah, keluarga dan masyarakat terutama yang bergerak dalam bidang pendidikan.

“Dengan melaksanakan kegiatan seperti ini sangat diharapkan semakin menambah kecintaan dan antusiasme generasi muda yang ingin menyalurkan bakat dan minat mereka di bidang literasi, tentunya ini juga harus ditunjang oleh kemampuan bertutur atau bercerita di depan umum secara saksama atau disebut juga dengan istilah public speaking yang cerdas dan beretika,” terangnya lagi.

Bagi Fadli Tahar, tugas sebagai pemerintah adalah mendukung dengan memberikan fasilitas, memberikan ruang untuk mereka berkreasi, karena generasi muda juga butuh hal seperti itu, hanya terkadang mereka bingung akan bagaimana caranya untuk mengekspresikan diri dan bakatnya.

“Untuk menunjang kegiatan kali ini, panitia telah mengundang tiga juri yang kami anggap sangat berkompeten untuk menilai, sekaligus nantinya bisa mengarahkan para peserta untuk tampil dengan baik dan maksimal,” pungkasnya. (*)

Comment