MAKASSAR, SULSELPASTI.COM – Pemerintah Kota Makassar memperingati Hari Kebudayaan dan Bulan Budaya ke-6, di Anjungan Pantai Losari, Minggu, 21 April. Kegiatannya pun berlangsung meriah
Kali ini, Pemkot mengangkat tema ”Budaya untuk Masa Depan”. Ini dimaksudkan agar budaya yang lahir di masa lampau bisa terus terjaga kelestariannya sampai di masa-masa yang akan datang.
Kepala Dinas Kebudayaan Kota Makassar, Andi Herfida Attas mengaku, hal ini perlu ditanamkan kepada anak-anak muda. Sebagai upaya regenerasi ke masa depan.
”Ini upaya bahwa bagaimana keunggulan budaya Kota Makassar di masa lampau, menjadi semangat kita bersama untuk menerobos masa depan yang lebih baik untuk semua,” ujarnya kepada FAJAR.

Lebih lanjut dia mengatakan, kegiatan malam puncak Hari Kebudayaan dan Bulan Budaya ke-6 Kota Makassar yang dilaksanakan di Anjungan Pantai Losari Makassar, dirangkaikan dengan perjamuan makan malam Pertemuan Saudagar Bugis Makassar (PSBM) oleh Pemkot Makassar.
”Bapak Wali Kota sangat mengharapkan kegiatan Disbud ini bisa padu dengan perjamuan makan malam para saudagar Bugis-Makassar,” lanjutnya.
Malam puncak ini diwarnai aksi band dan artis yang menyanyikan lagu daerah, persembahan tari pembuka dari Sanggar Aco Dance Company dengan tarian Baine Mangkasara, kemudian dilanjutkan dengan arak-arakan peserta karnaval budaya, diiringi Orkes Tanjidor dari Lentera Art Makassar.
”Untuk kegiatan malam puncak hari dan bulan budaya di tahun ini, kami mengundang partisipasi kabupaten/kota se-Sulsel. Alhamdulillah dapat respon positif, beberapa daerah melibatkan diri pada pelaksanaan Karnaval Budaya kali ini,” tuturnya.
Sejumlah daerah yang terlibat dalam karnaval budaya kali ini, di antaranya Kabupaten Luwu Timur, Kabupaten Bulukumba, Kabupaten Pinrang, Kabupaten Takalar, Kabupaten Pangkep, dan Kontingen dari Disbudpar Sulsel.
”Kami melibatkan seluruh Sanggar Seni tradisional se-Kota Makassar, beberapa paguyuban kekeluargaan yang ada di Makassar, model karnaval, duta budaya, duta pariwisata dan duta pemuda, serta beberapa elemen lainnya,” jelasnya.

Wali Kota Makassar Moh Ramdhan Pomanto juga mengatakan, sebenarnya karnaval budaya rencananya dilakukan pada 1 April lalu. Tetapi karena beberapa pertimbangan, sehingga diundur ke hari ini.
”Sebenarnya, ada 1,5 juta masyarakat Kota Makassar yang akan mengenakan pakaian adat pada 1 April. Tetapi karena bertepatan dengan bulan Ramadan dan menjelang hati raya Idulfiitri, makanya ditunda,” bebernya.
Selain itu, parade karnaval budaya juga sengaja dilakukan malam ini, sebagai bentuk penghormatan dan menyambut para tamu kehormatan, Kerukunan Keluarga Sulawesi Selatan (KKSS), yang juga menyelenggarakan Pertemuan Saudagar Bugis Makassar (PSBM).
”Jadi hari ini ada paradenya. Semua menggunakan pakaian adat, untuk merayakan hari kebudayaan sekaligus menyambut tamu kehormatan kita dari KKSB,” katanya. (*)

Comment