MAROS, SULSELPASTI.COM — Pelebaran Jembatan di Pasar Sentral Maros di Kecamatan Turikale Kabupaten Maros, akan segera dilakukan.
Wakil Bupati Maros, Muetazim Mansyur, mengatakan untuk pelebaran jembatan tersebut saat ini pihaknya tengah mempersiapkan proses pembebasan lahan.
“Total lahan yang akan dibebaskan seluas 1.400 meter persegi,” ungkapnya.
Menurutnya, pelebaran jembatan ini menjadi salah satu prioritas. Karena lokasi tersebut kerap menjadi titik kemacetan.
“Kondisi jembatan yang sempit membuat kerap terjadinya kemacetan. Sehingga ini akan menjadi salah satu prioritas,” kata mantan Kepala Dinas PUTRPP ini.
Sekaitan dengan hal ini, pihaknya telah menggelar rapat bersama pihak terkait, Senin, 15 September. Ini sebagai langkah teknis pembebasan lahan.
Dia juga menjelaskan kalau jalur untuk pembebasan lahan juga sudah dipetakan oleh pihak Balai Besar Pelaksana Jalan Nasional (BBPJN) Sulsel.
“Kemudian, Camat Turikale diminta segera melakukan pemetaan atau poligon untuk menentukan titik-titik lahan yang terdampak,” sebutnya.
Dari sisi administrasi, kata dia, bagian Keuangan akan berkoordinasi dengan Kantor Pertanahan terkait percepatan proses pembebasan, termasuk pengukuran di lapangan.
“Dana bantuan keuangan dari Pemerintah Provinsi Sulsel sebesar Rp8 miliar sudah disiapkan untuk pembebasan lahan,” paparnya.
Pembangunan fisik jembatan akan ditangani langsung oleh Balai Jalan.
“Anggarannya dari Balai Jalan, Pemkab Maros hanya fokus pada pembebasan lahan saja,” lanjutnya.
Ditargetkan, proses pembebasan lahan bisa tuntas tahun ini agar pembangunan segera dimulai.
“InsyaAllah tahun ini pembebasan lahan selesai, agar pekerjaan fisik bisa segera berjalan,” ungkapnya.
Nantinya jembatan itu akan dibuat sama dengan ukuran yang ada sebelumnya.
“Lebar jembatan sama seperti sebelumnya 9,4 meter dengan panjang 102 meter,” katanya.
Sekadar diketahui sebelumnya, Gubernur Sulawesi Selatan, Andi Sudirman Sulaiman telah menyalurkan bantuan keuangan kepada Pemda Maros sebesar Rp10 miliar.
Dana ini untuk dua sektor, salah satunya pembebasan lahan oprit jembatan di sekitar Pasar Sentral Maros, sebesar Rp8 miliar. (*)

Comment