Jengkol Luwu Utara Tembus Pasar Nasional, Kirim 5.500 Ton ke Jakarta Bernilai Rp82,5 Miliar

LUWU UTARA, SULSELPASTI.COM — Komoditas jengkol asal Kabupaten Luwu Utara kian mengukuhkan posisinya di pasar nasional. Tak sekadar menembus ibu kota, jengkol dari Bumi Lamaranginang bahkan menjadi salah satu pemasok utama kebutuhan pasar Jakarta dengan nilai ekonomi yang signifikan.

Bupati Luwu Utara, Andi Abdullah Rahim, mengungkapkan bahwa sepanjang tahun lalu daerahnya mengirim sedikitnya 5.500 ton jengkol ke Jakarta. Jumlah tersebut menjadikan Luwu Utara sebagai pemasok jengkol terbesar dari Sulawesi Selatan ke pasar ibu kota.

“Alhamdulillah, sekitar 5.500 ton jengkol kita kirim ke Jakarta. Ini menunjukkan Luwu Utara menjadi pemasok utama dari Sulawesi Selatan,” ujar Andi Rahim, Selasa (7/4).

Dengan harga jual di tingkat petani berkisar Rp15 ribu per kilogram, total nilai transaksi komoditas ini diperkirakan mencapai Rp82,5 miliar. Angka tersebut menjadi bukti kuat bahwa sektor perkebunan, khususnya jengkol, memberi kontribusi besar terhadap perputaran ekonomi masyarakat Luwu Utara.

Jengkol asal Luwu Utara umumnya masuk melalui Pasar Induk Kramat Jati, sebelum didistribusikan ke berbagai pasar tradisional hingga rumah makan di Jakarta dan sekitarnya.

“Kalau kita kalkulasikan, sekitar 12 juta masyarakat Jakarta menikmati jengkol asal Luwu Utara,” ungkapnya.

Ia menjelaskan, produksi jengkol tersebut berasal dari sejumlah kecamatan sentra, antara lain Sukamaju, Bone-Bone, Tanalili, Masamba, dan Baebunta. Tingginya permintaan pasar bahkan kerap membuat pasokan dari Luwu Utara kewalahan, sehingga pelaku usaha harus mengambil tambahan pasokan dari daerah lain seperti Sulawesi Tengah.

“Ini menandakan permintaan pasar sangat besar. Kadang kita ambil tambahan dari daerah lain untuk memenuhi kebutuhan Jakarta,” jelasnya.

Bupati berharap tingginya permintaan ini menjadi pemicu semangat bagi para petani untuk terus meningkatkan produksi dan kualitas hasil perkebunan.

“Kita bersyukur karena ini menunjukkan petani dan pengusaha kita mampu bersaing di pasar nasional, sekaligus mendorong pertumbuhan ekonomi daerah,” pungkasnya. (*)

Comment