MAKASSAR, SULSELPASTI.COM — Pengurus Himpunan Pengusaha Muda Indonesia (HIPMI) Properti Sulawesi Selatan masa bakti 2026–2027 resmi dilantik di Four Points by Sheraton Makassar, Sabtu (2/5). Pelantikan dilakukan langsung oleh Ketua Umum BPD HIPMI Sulsel, Andi Amar Ma’ruf Sulaiman.
Momentum ini menandai langkah baru HIPMI Properti Sulsel di bawah kepemimpinan Ketua terpilih, Afsalurrahman, yang membawa misi membangun ekosistem properti yang inklusif dan terintegrasi guna mempermudah perizinan, akses permodalan, hingga pemasaran perumahan.
Dalam sambutannya, Afsalurrahman menegaskan bahwa HIPMI Properti hadir sebagai wadah kolaborasi lintas sektor yang menghimpun berbagai elemen industri, mulai dari developer, kontraktor, arsitek, konsultan, supplier bahan bangunan, hingga pelaku usaha pendukung seperti pengelola rumah kos dan perhotelan.
“HIPMI Properti ini ibarat ekosistem yang berwarna-warni. Semua terhubung dalam satu wadah,” ujarnya.
Menurut dia, keberadaan berbagai profesi dalam satu organisasi akan memudahkan para pengembang menghadapi tantangan usaha, khususnya dalam pengurusan perizinan maupun penguatan strategi pemasaran.
“Developer yang menghadapi kendala perizinan kini tidak perlu khawatir karena ada konsultan yang siap membantu. Begitu juga untuk pemasaran, tersedia agensi yang bisa mendukung,” jelasnya.
Ia menambahkan, sektor properti memiliki efek domino yang besar terhadap perekonomian karena melibatkan sedikitnya 105 jenis usaha, mulai dari tenaga kerja hingga industri bahan bangunan.
“Karena itu, HIPMI Properti hadir untuk memperkuat seluruh rantai usaha tersebut,” katanya.
Afsalurrahman optimistis kemudahan akses perizinan dan permodalan akan mendorong para pengembang meningkatkan skala pembangunan sekaligus mendukung program nasional pembangunan tiga juta rumah.
“Mari kita bersatu dan kompak agar setiap tantangan bisa diselesaikan bersama,” tegasnya.
Sementara itu, Andi Amar Ma’ruf Sulaiman mengingatkan pengurus baru agar menjadikan HIPMI Properti sebagai ruang kaderisasi dan kolaborasi, bukan kompetitor bagi organisasi lain di sektor properti.
“HIPMI Properti bukan untuk menyaingi organisasi lain, tetapi menjadi ruang kolaborasi dan kaderisasi,” ujarnya.
Ia menekankan pentingnya memanfaatkan masa kepengurusan secara maksimal untuk menghadirkan kontribusi nyata bagi seluruh pelaku usaha properti.
“Walaupun periodenya singkat, yang terpenting adalah manfaat nyata bagi developer, kontraktor, maupun supplier,” katanya.
Andi Amar juga mendorong pengurus membangun ekosistem usaha yang inklusif dengan memperluas jejaring dan membuka peluang kolaborasi lintas sektor.
“Organisasi ini harus dimanfaatkan untuk membangun relasi dan melihat peluang usaha,” tegasnya.
Di sisi lain, Kepala Dinas Perumahan, Kawasan Permukiman, dan Pertanahan Sulsel, Syamsul, menyebut HIPMI Properti sebagai organisasi strategis yang berpotensi menjadi motor penggerak sektor properti di Sulawesi Selatan.
“Kami mengapresiasi pengurus yang baru dilantik. Ini bukan sekadar amanah, tetapi tanggung jawab untuk mendorong sektor properti agar semakin berdaya saing,” ujarnya.
Ia menegaskan komitmen Pemerintah Provinsi Sulawesi Selatan untuk menciptakan iklim investasi yang kondusif dan membuka ruang kolaborasi seluas-luasnya bagi pelaku usaha.
Syamsul juga memaparkan sejumlah program strategis pemerintah daerah, di antaranya pembangunan jalan multiyears sepanjang sekitar 1.000 kilometer hingga 2027, pengembangan bandara di Bone dan Luwu, percepatan kawasan Mamminasata, serta pembangunan rumah sakit regional di Luwu dan Gowa.
Menurutnya, peluang investasi properti tidak hanya terpusat di Makassar, tetapi tersebar di berbagai daerah di Sulawesi Selatan.
“Kami akan terus mendukung HIPMI Properti dan HIPMI Sulsel dalam mengembangkan sektor usaha, khususnya properti,” pungkasnya. (*)

Comment