Nokia–Indosat Perkuat 5G Berbasis AI, Siapkan Layanan Digital Generasi Baru untuk Indonesia

FINLANDIA, SULSELPASTI.COM — Nokia dan Indosat Ooredoo Hutchison (Indosat/IOH) resmi menjalin kolaborasi strategis untuk memodernisasi jaringan seluler Indosat di seluruh Indonesia. Kerja sama ini berfokus pada penerapan jaringan 5G Radio Access Network (RAN) canggih yang terintegrasi dengan kecerdasan buatan (AI), guna menghadirkan konektivitas yang lebih luas, cepat, dan andal bagi masyarakat.

Melalui kemitraan ini, Nokia akan menjadi mitra teknologi utama dalam penggelaran 5G pada pita frekuensi rendah dan menengah. Upaya tersebut ditujukan untuk membangun jaringan berkinerja tinggi yang siap mendukung layanan digital generasi baru, sekaligus menjangkau pelanggan hingga ke pelosok Indonesia.

Tak hanya meningkatkan kapasitas dan cakupan jaringan, kolaborasi ini juga mencerminkan ambisi bersama untuk menghadirkan pengalaman digital yang lebih relevan dan bermakna. Mulai dari hiburan digital dan gaming imersif, hingga konektivitas yang stabil untuk bekerja, belajar, dan berkomunikasi, fondasi jaringan baru ini akan memperkuat kualitas layanan Indosat seiring meningkatnya kebutuhan digital masyarakat.

5G dan AI Jadi Fondasi Inklusi Digital

Peningkatan jaringan ini diharapkan mampu mendongkrak kinerja dan efisiensi operasional, sekaligus mendukung ambisi jangka panjang Indosat dalam memperluas akses digital secara inklusif. Jaringan yang dimodernisasi akan membuka peluang penerapan lanjutan bagi pelanggan ritel maupun korporasi di berbagai sektor strategis, termasuk layanan publik, industri, kesehatan, pendidikan, dan pertanian.

Sebagai bagian dari kesepakatan, Nokia akan menerapkan perangkat radio generasi terbaru Habrok dan Pandion, baseband Levante, Centralized RAN, serta platform manajemen dan otomasi jaringan berbasis AI. Solusi ini dirancang untuk meningkatkan efisiensi energi, mempercepat inovasi layanan, dan mendukung operasional jaringan yang lebih cerdas. Implementasi 5G pita frekuensi rendah akan mencakup seluruh jaringan, sementara 5G pita frekuensi menengah ditargetkan menjangkau sekitar 80 persen jaringan dalam kurun 3,5 tahun ke depan.

Kolaborasi AI-RAN Bersama NVIDIA

Kerja sama ini juga membuka babak baru dalam pengembangan layanan berbasis AI melalui kolaborasi dengan NVIDIA. Ketiga perusahaan mengembangkan arsitektur AI-RAN yang mengintegrasikan konektivitas dan kecerdasan dalam satu ekosistem. Setelah mencatat pencapaian panggilan AI-RAN pertama di Mobile World Congress 2026, kolaborasi ini akan berlanjut ke tahap uji coba lapangan di Indonesia pada akhir 2026.

Pengembangan AI-RAN ini didukung oleh AI-RAN Innovation Center di Surabaya serta ekosistem NVIDIA AI Technology Center. Dengan memadukan AI factories terpusat dan infrastruktur AI-RAN terdistribusi, Indosat terus memperkuat AI Grid untuk menghadirkan AI dan konektivitas bagi jutaan masyarakat, sekaligus mendorong pertumbuhan ekonomi nasional berbasis inovasi digital lokal.

President Director dan CEO Indosat Ooredoo Hutchison, Vikram Sinha, menegaskan bahwa kolaborasi ini memperkuat komitmen Indosat untuk melayani pelanggan dengan lebih baik melalui pengalaman digital yang benar-benar bermakna dan inklusif.

Sementara itu, President dan CEO Nokia, Justin Hotard, menyebut kemitraan ini sebagai bagian dari evolusi jaringan masa depan yang memadukan konektivitas, kecerdasan, dan skala operasi untuk menciptakan nilai jangka panjang.

SVP Telecoms NVIDIA, Ronnie Vasishta, menambahkan bahwa pengembangan AI-RAN menunjukkan bagaimana jaringan 5G dapat berevolusi menjadi platform kecerdasan yang mendorong efisiensi, aplikasi baru, dan transformasi digital berskala besar.

Melalui kolaborasi ini, Nokia, Indosat, dan NVIDIA menunjukkan bagaimana sinergi 5G dan AI dapat menjadi fondasi kuat bagi inklusi digital, inovasi layanan, dan pemberdayaan masyarakat di seluruh Indonesia. (*)

Comment