TEGAL, SULSELPASTI.COM — Upaya mempercepat pendirian perguruan tinggi di Kabupaten Luwu Utara terus dilakukan. Yayasan Andi Manenne Cendekia bersama Badan Pengurus Percepatan Pendirian Perguruan Tinggi melakukan benchmarking ke Universitas Harkat Negeri (UNH) di Kabupaten Tegal, Jawa Tengah.
Kegiatan ini menjadi momentum untuk mempelajari tata kelola, pengembangan kelembagaan, hingga berbagai aspek yang dibutuhkan dalam penyelenggaraan perguruan tinggi. Langkah tersebut sekaligus memperkuat persiapan pendirian perguruan tinggi di Luwu Utara.
Kehadiran perguruan tinggi di daerah diharapkan dapat memperluas akses pendidikan bagi masyarakat, khususnya generasi muda Luwu Utara yang selama ini harus melanjutkan pendidikan tinggi ke luar daerah.
Pendiri Yayasan Andi Manenne Cendekia yang juga Bupati Luwu Utara menegaskan, pendirian perguruan tinggi merupakan bagian dari investasi jangka panjang dalam membangun kualitas sumber daya manusia.
Menurutnya, kampus yang akan dibangun tidak sekadar menjadi tempat menempuh pendidikan, tetapi harus mampu menjawab kebutuhan pembangunan daerah dan perkembangan dunia kerja.
“Pendirian perguruan tinggi ini kita arahkan sebagai investasi sumber daya manusia untuk mempersiapkan generasi Luwu Utara dalam 20 tahun ke depan. Kampus yang dibangun harus memiliki program pendidikan yang relevan dengan potensi daerah dan kebutuhan dunia kerja,” ujarnya.
Dalam agenda benchmarking tersebut, Bupati Luwu Utara yang juga pendiri Yayasan Andi Manenne Cendekia menandatangani Memorandum of Understanding (MoU) bersama Rektor Universitas Harkat Negeri, Dr. Sudirman Said.
Kerja sama ini menjadi salah satu langkah strategis untuk memperkuat jejaring dan dukungan kelembagaan dalam proses percepatan pendirian perguruan tinggi di Luwu Utara.
Rektor UNH, Dr. Sudirman Said, yang pernah menjabat sebagai Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM), mengapresiasi komitmen Pemerintah Kabupaten Luwu Utara dalam mendorong pembangunan pendidikan tinggi.
Sudirman mengatakan, pendirian perguruan tinggi membutuhkan komitmen jangka panjang karena manfaatnya tidak selalu dapat dirasakan dalam waktu singkat.
Menurutnya, perhatian kepala daerah terhadap pembangunan pendidikan tinggi merupakan bentuk investasi sumber daya manusia yang manfaatnya akan dirasakan oleh generasi mendatang.
“Tidak semua kepala daerah memiliki perhatian yang sama terhadap pembangunan perguruan tinggi karena manfaatnya memang tidak langsung terlihat dalam satu periode pemerintahan. Namun, apa yang dilakukan Bupati Luwu Utara menunjukkan adanya visi jangka panjang untuk menyiapkan sumber daya manusia,” kata Sudirman Said.
Sudirman Said juga menyatakan kesiapannya untuk berkunjung ke Luwu Utara guna melihat secara langsung perkembangan persiapan pendirian Politeknik Teknologi dan Inovasi (POLTEKIS) Luwu Utara.
Kunjungan tersebut diharapkan semakin memperkuat kolaborasi dan mempercepat terwujudnya perguruan tinggi yang mampu mencetak sumber daya manusia unggul serta relevan dengan potensi dan kebutuhan pembangunan Luwu Utara. (*)

Comment