Pastikan Pekerjaan IJD Maksimal, Menteri Basuki Tinjau Langsung Proyek di Takalar

TAKALAR, SULSELPASTI.COM — Kementeri Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR) terus memaksimalkan upaya penanganan jalan daerah. Di Sulsel, saat ini mulai dikerjakan sepanjang 132,92 kilometer (KM).

Menteri PUPR RI, Mochamad Basuki Hadimoeljono menjelaskan, upaya ini ebagai implementasi Inpres No. 3 Tahun 2023 tentang Percepatan Peningkatan Konektivitas Jalan Daerah.
Penanganan kerusakan jalan daerah di seluruh Indonesia didanai langsung lewat APBN.

“Pada bulan Juli 2023 kita sudah mulai di beberapa provinsi secara serentak, seperti Lampung, Jambi, Sumatera Utara, Bengkulu dan Sulawesi Selatan,” ujar Menteri Basuki saat meninjau pekerjaan Inpres Jalan Daerah (IJD) Malewang-Maronde di Kab. Takalar, Sulawesi Selatan (27/7/2023) lalu.

Kunjungan Menteri Basuki tersebut didampingi langsung Kepala Balai Besar Pelaksanaan Jalan Nasional (BBPJN) Sulsel, Asep Syarip Hidayat.

Penanganan jalan daerah yang dikerjakan di Sulawesi Selatan mencapai 132,92 km dengan total pagu anggaran Rp490,58 miliar.

Saat ini pekerjaan memasuki tahapan mobilisasi dan persiapan.

Pekerjaan terdiri dari 19 paket fisik & 4 paket pengawasan yang tersebar di 9 kabupaten/kota yakni di Takalar (1 paket), Bulukumba (2 paket), Bone (3 paket), Soppeng (3 paket), Wajo (2 paket), Barru (2 paket), Pangkep (3 paket), Maros (1 paket), dan Luwu Utara (2 paket).

Sebelumnya Kepala Balai BBPJN Sulsel, Asep Syarip Hidayat menjelaskan, IJD ini merupakan bentuk implementasi dari instruksi presiden yang tertuang dalam inpres nomor 3 tahun 2023, terkait peningkatan jalan daerah.

“IJD ini kan untuk jalan yang punya nilai kemantapan rendah. Ini kita tanda tangan kontrak juga sejalan dengan amanat Pak Menteri, bahwa Juli harus jalan dan bisa dilakukan hari ini (kemarin-red),” ujarnya, Senin, 24 Juli lalu.

Asep berharap, semua kontraktor bisa bekerja secara profesional. Sebab dengan profesionalitas yang baik, hasil pekerjaan juga akan menunjukkan mutu yang bagus. Sehingga kualitas yang dirasakan masyarakat juga tidak alakadarnya.

“Intinya, ini akan terlaksana kalau kita profesional dan mengerti apa yang akan kita kerjakan. Jadi tepat waktu, tepat mutu, dan tepat biaya. Kita pengen percepatan konektivitas dan kemantapan jalan daerah bisa segera dirasakan masyarakat,” harapnya. (*)

Comment