MAKASSAR, SULSELPASTI.COM – Anggota DPRD Sulsel, Fatma Wahyudin mendorong perempuan berdaya di Makassar. Caranya dengan memastikan program pemberdayaan berjalan.
Hal itu disampaikannya saat kegiatan Fungsi Pengawasan APBD tahun anggaran 2025. Bertempat di Jalan Urip Sumoharjo, Kompleks Perindustrian, Kelurahan Maccini, Kecamatan Makassar, Kamis (9/10/2025).
Menurut Ketua Fraksi Demokrat DPRD Sulsel itu, program pemberdayaan perempuan harus berjalan mengingat perannya sama dengan laki-laki.
Demi membantu perekonomian, perempuan juga turut berpartisipasi dalam melakukan berbagai aktivitas. Untuk itu, melalui program tersebut, ada pelatihan yang bisa diikuti oleh mereka.
“Misalnya pelatihan menjahit, pelatihan UMKM, itu semua bisa perempuan ikuti. Nah makanya ini ada program pemberdayaan perempuan,” ujarnya.
Anggota Komisi E DPRD Sulsel itu menegaskan, Dinas Pemberdayaan Perempuan sebagai leading sektor harus menjalankan program ini dengan baik.
Adapun anggaran yang telah tambah untuk SKPD ini, harus dimanfaatkan untuk menggelar berbagai kegiatan pemberdayaan perempuan. Sehingga, ada manfaat berkelanjutan.
“Makanya kegiatan pengawasan APBD ini ada, karena kami mau pastikan apa dinas terkait ini sudah berjalan programnnya, anggarannya dipakai untuk apa saja,” jelasnya.
“Khusus Dinas Pemberdayaan Perempuan dan Anak, sudah seharusnya anggaran yang ada dipakai untuk menjalankan semua program yang ada termasuk untuk berdayakan perempuan,” tutup Fatma.
Sementara itu, Asni selaku perwakilan Dinas Pemberdayaan Perempuan Perlindungan Anak Pengendalian Penduduk dan Keluarga Berencana Sulsel, memastikan semua program berjalan berjalan sesuai anggaran yang diberikan.
Apalagi, kata dia, Fatma Wahyudin selaku legislator di DPRD Sulsel telah mendorong penambahan anggaran bagi DP3A-Dalduk.
“Kami sangat berterima kasih atas apa yang diperjuangkan oleh ibu untuk penambahan anggaran ini. Kami ingin pastikan bahwa semuanya terakomodir,” tutup Asni. (*)

Comment