MAKASSAR, SULSELPASTI.COM — Pemerintah Provinsi Sulawesi Selatan berhasil menembus lima besar nasional dalam Penilaian Penghargaan Pembangunan Daerah (PPD) Tahun 2026 yang diselenggarakan Kementerian PPN/Bappenas. Capaian ini merupakan hasil evaluasi atas kinerja pembangunan daerah serta kualitas perencanaan yang dijalankan Pemprov Sulsel.
Sebagai tindak lanjut, Pemprov Sulsel mengikuti Tahap II Wawancara dan Verifikasi yang digelar secara hybrid dari Toraja Room, Kantor Gubernur Sulsel, Selasa (30/6/2026). Tahapan ini menjadi krusial untuk memastikan kesesuaian antara dokumen perencanaan, implementasi program, hingga dampak nyata pembangunan bagi masyarakat.
Dalam sesi tersebut, Pemprov Sulsel memaparkan berbagai program prioritas, termasuk inovasi Smart School yang menjadi perhatian utama pada aspek pembangunan manusia. Program ini dinilai sebagai terobosan dalam pemerataan mutu pendidikan berbasis teknologi.
Sekretaris Daerah Provinsi Sulsel, Jufri Rahman, didampingi Plt Kepala Bappelitbangda Sulsel, Irawan Dermayasamin Ibrahim, mempresentasikan capaian pembangunan daerah secara komprehensif, mulai dari perencanaan, pelaksanaan program, hingga hasil yang telah dirasakan masyarakat.
Proses penilaian turut melibatkan pemangku kepentingan nonpemerintah, seperti akademisi, pelajar sebagai penerima manfaat, pelaku usaha, tokoh masyarakat, serta organisasi nonpemerintah. Keterlibatan multipihak ini memberikan perspektif luas terhadap efektivitas pembangunan di Sulawesi Selatan.
Sejumlah indikator makro menunjukkan kinerja positif. Pada Triwulan I 2026, pertumbuhan ekonomi Sulsel mencapai 6,88 persen, melampaui rata-rata nasional. PDRB per kapita tercatat Rp78,75 juta. Tingkat kemiskinan per September 2025 berada di angka 7,43 persen dengan rasio gini 0,350 poin.
Indeks Pembangunan Manusia (IPM) Sulsel pada 2025 mencapai 75,92 poin, lebih tinggi dari rata-rata nasional. Indeks Modal Manusia berada di angka 0,53 poin, Indeks Kualitas Lingkungan Hidup meningkat menjadi 80,67 poin, sementara tingkat pengangguran terbuka tercatat 4,45 persen.
Salah satu inovasi unggulan yang dipaparkan adalah Smart School, program yang dikembangkan Dinas Pendidikan Sulsel dengan konsep Satu Standar, Satu Guru, Satu Sulsel. Program ini merupakan sistem pembelajaran hybrid pertama yang dihadirkan pemerintah provinsi di Indonesia, diinisiasi oleh Andi Sudirman Sulaiman sejak periode kepemimpinan pertamanya.
Melalui Smart School, pembelajaran tatap muka diintegrasikan dengan teknologi digital sehingga materi ajar SMA dapat diakses secara merata hingga wilayah terpencil. Program ini telah berjalan sejak 2022 untuk mengurangi kesenjangan mutu pendidikan antardaerah.
“Melalui inovasi ini, guru-guru terbaik dapat menyampaikan materi dari studio Dinas Pendidikan dan diakses siswa di seluruh Sulawesi Selatan tanpa dibatasi jarak,” ujar Jufri Rahman. Ia menambahkan, berbagai indikator pembangunan yang membaik menjadi bukti bahwa perencanaan pembangunan berjalan di jalur yang tepat.
Selain pendidikan, Pemprov Sulsel juga memfokuskan pembangunan melalui skema Multi Years Project (MYP) yang memprioritaskan pembangunan jalan, jaringan irigasi, dan rumah sakit guna memperkuat konektivitas, pelayanan publik, dan aktivitas ekonomi.
Irawan Dermayasamin Ibrahim menegaskan, Smart School dirancang sebagai ekosistem pendidikan terintegrasi yang menekankan penguatan karakter, pemanfaatan teknologi digital, peningkatan kualitas tenaga pendidik, serta sinergi multipihak. Survei kepuasan menunjukkan 79,4 persen responden menyatakan puas atau sangat puas terhadap kualitas pengajar dalam program ini.
Melalui proses penilaian PPD 2026, Pemprov Sulsel berharap masukan dari tim penilai Bappenas dapat menjadi bahan penyempurnaan perencanaan pembangunan daerah, sehingga manfaatnya semakin luas dan berkelanjutan bagi masyarakat. (*)

Comment