LUWU UTARA, SULSELPASTI.COM — Pemerintah Kabupaten Luwu Utara terus memperkuat tata kelola administrasi kawasan transmigrasi melalui pemanfaatan teknologi digital. Salah satunya melalui implementasi Sistem Informasi Data Administrasi Pengembangan Kawasan Transmigrasi Terpadu (SIAP KANDA).
Aplikasi yang digagas Dinas Transmigrasi dan Tenaga Kerja (Distransnaker) Luwu Utara itu resmi diuji coba dan didiseminasikan di Desa Lantang Tallang, Jumat (14/8/2026). Desa tersebut dipilih sebagai lokasi pilot project penerapan SIAP KANDA.
Inovasi tersebut diinisiasi oleh Iswady, SE, Kepala Bidang Kawasan Transmigrasi Distransnaker Luwu Utara, yang juga merupakan peserta Pelatihan Kepemimpinan Administrator (PKA) II Angkatan IV BBPK APDN IV Makassar.
Kegiatan sosialisasi dan implementasi lapangan dipimpin langsung Kepala Distransnaker Luwu Utara, Ir. Arief R. Palallo, MM, yang bertindak sebagai mentor dalam aksi perubahan tersebut.
Sosialisasi diikuti Kepala Desa Lantang Tallang, Sekretaris Desa, Ketua dan anggota BPD, tokoh masyarakat, warga, serta perwakilan masyarakat transmigran.
Arief mengatakan, kehadiran SIAP KANDA diharapkan mampu menjawab kebutuhan pemerintah terhadap basis data kawasan transmigrasi yang akurat, terpadu, dan mudah diakses.
“Kehadiran SIAP KANDA bukan sekadar modernisasi administrasi, melainkan upaya nyata menghadirkan data terpadu yang presisi. Dengan data yang akurat, perencanaan pembangunan dan integrasi program di kawasan transmigrasi Luwu Utara akan jauh lebih tepat sasaran,” ujar Arief.
Menurutnya, ketersediaan data yang terintegrasi menjadi bagian penting dalam menentukan arah pembangunan. Data tidak hanya menjadi arsip administrasi, tetapi juga menjadi dasar pemerintah dalam membaca kebutuhan masyarakat dan potensi kawasan.
Sementara itu, Iswady menjelaskan, SIAP KANDA dirancang untuk memudahkan proses pemetaan potensi wilayah, pendataan warga transmigran, hingga pemantauan perkembangan infrastruktur kawasan.
Sistem tersebut diharapkan mampu menghadirkan informasi secara lebih cepat, transparan, dan terintegrasi sehingga dapat mendukung proses pengambilan kebijakan pemerintah.
Pemilihan Desa Lantang Tallang sebagai lokasi percontohan menjadi langkah awal sebelum SIAP KANDA dikembangkan ke desa-desa kawasan transmigrasi lainnya di Luwu Utara.
Pemerintah Desa Lantang Tallang bersama tokoh masyarakat menyambut positif implementasi aplikasi tersebut. Mereka menyatakan kesiapan untuk mendukung keberlanjutan dan pemanfaatan SIAP KANDA sebagai instrumen penguatan administrasi serta pembangunan kawasan transmigrasi.
Dengan hadirnya SIAP KANDA, Pemkab Luwu Utara berharap pengelolaan data transmigrasi tidak lagi berjalan secara parsial, tetapi menjadi satu sistem yang mampu menggambarkan kondisi kawasan secara utuh. Dari data itulah, pembangunan diharapkan bergerak lebih terarah dan menjawab kebutuhan masyarakat.(*)

Comment