HUT ke-81 RI, 341 Warga Binaan Rutan Masamba Terima Remisi Kemerdekaan

LUWU UTARA, SULSELPASTI.COM — Peringatan Hari Ulang Tahun (HUT) ke-81 Kemerdekaan Republik Indonesia menjadi momentum pembinaan dan pemberian kesempatan kedua bagi warga binaan. Di Rutan Kelas IIB Masamba, sebanyak 341 Warga Binaan Pemasyarakatan (WBP) menerima remisi umum atau pengurangan masa pidana.

Pemberian remisi tersebut menjadi bagian dari peringatan HUT ke-81 RI yang diberikan pemerintah kepada warga binaan pemasyarakatan di seluruh Indonesia.

Remisi merupakan bentuk apresiasi atas sikap dan perilaku warga binaan yang dinilai baik, disiplin, serta aktif mengikuti berbagai program pembinaan selama menjalani masa pidana.

Di Rutan Kelas IIB Masamba, pemberian remisi turut disaksikan Bupati Luwu Utara, Andi Abdullah Rahim, yang hadir membacakan sambutan Menteri Imigrasi dan Pemasyarakatan.

Dalam sambutannya, Bupati mengajak para warga binaan menjadikan momentum kemerdekaan sebagai kesempatan untuk melakukan introspeksi sekaligus mempersiapkan diri menyongsong kehidupan setelah kembali ke tengah masyarakat.

“Manfaatkan setiap kesempatan untuk belajar, meningkatkan keterampilan, membangun karakter, serta mempersiapkan diri menjadi pribadi yang lebih baik saat kembali ke masyarakat nanti,” ujar Andi Abdullah Rahim.

Adapun dari total 341 warga binaan yang menerima remisi, rinciannya yakni:

Remisi 1 bulan: 60 orang, termasuk 3 orang menerima Remisi Umum II (langsung bebas).

Remisi 2 bulan: 97 orang.

Remisi 3 bulan: 116 orang, termasuk 2 orang menerima Remisi Umum II (langsung bebas).

Remisi 4 bulan: 45 orang.

Remisi 5 bulan: 22 orang.

Remisi 6 bulan: 1 orang.

Dengan demikian, total warga binaan yang memperoleh remisi di Rutan Kelas IIB Masamba mencapai 341 orang, dengan 5 orang di antaranya langsung bebas melalui Remisi Umum II.

Pemerintah menegaskan komitmennya untuk terus memberikan ruang pembinaan dan kesempatan kepada warga binaan untuk memperbaiki diri. Remisi diharapkan tidak hanya menjadi pengurangan masa pidana, tetapi juga menjadi motivasi bagi warga binaan untuk terus mengikuti pembinaan, meningkatkan keterampilan, dan membangun karakter.

Momentum kemerdekaan pun diharapkan menjadi titik balik bagi para warga binaan untuk menatap masa depan dengan semangat baru dan kembali ke masyarakat sebagai pribadi yang lebih baik. (*)

Comment