MAKASSAR, SULSELPASTI.COM — Universitas Islam Makassar (UIM) Al-Gazali terus berkomitmen untuk melahirkan alumni berkualitas dan siap kerja. Salah satu upanyanya lewat program Praktisi Mengajar Kementerian Pendidikan, Kebudayaan, Riset, dan Teknologi (Kemendikbudristek).
Semester ini sudah menjadi kedua kalinya UIM terlibat pada program tersebut. Mahasiswa diharapkan bisa menyerap banyak ilmu dan pengalaman dari para praktisi yang terlibat mengajar.
Rektor UIM, Prof. Dr. H. Muammar Bakry. Lc., M.Ag melakukan kick off Praktisi Mengajar di lantai 3 Gedung Rektorat UIM, Rabu, 14 April 2024. Para praktisi sekaligus melakukan penandatanganan Implementation Arrangement (IA).
Menurut Prof Muammar, program ini sangat baik untuk mengolaborasikan antara kampus dengan industri atau dunia kerja. Mahasiswa juga diberikan kesempatan seluas-luasnya untuk mengenal dunia kerja lewat praktisi.
“Program ini sangat luar biasa. Jika selama ini dosen mengajar secara normatif dan teoritis, maka praktisi yang bergelut di lapasangan bisa berbagi bagaimana atmosfer dunia kerja di luar sana,” jelas Prof Muammar.
Ia meminta mahasiswa memanfaatkan kesempatan ini sebaik-baiknya. Ilmu dan pengalaman dari praktisi sangat penting, agar nanti ketika sudah lulus tidak kaget lagi.
“Saya sangat senang karena tiap semester, semakin banyak praktisi yang terlibat di UIM. Ini salah satu bentuk bahwa kampus ini adalah kampus yang sehat,” tambahnya.
Prof Muammar juga mengajak para praktisi mengajar dengan hati, bukan karena honor.
“Kalau mengajar hanya karena honor, itu tidak dapat pahala. Tetapi jika mengajar dengan hati, sudah pasti dapat pahala dan honor tentunya,” kelakar Prof Muammar.
Koordinator Perguruan Tinggi program Praktisi Mengajar UIM Al-Gazali, St. Aminah Ali, S.Kep., NS., M. Kes. menyampaikan, tahun ini praktisi yang berminat di UIM sangat besar. Jumlahnya mencapai 8.680 orang dari total 27.336 orang praktisi se-Indonesia.
“Tahun lalu yang lulus akun praktisi dan dosen itu sebanyak 54 orang. Tahun ini naik menjadi 108 orang,” beber St Aminah.
Ia berharap, para dosen dan praktisi dapat berkolaborasi dengan baik untuk memberikan pengajaran di kelas. Praktisi pun diminta untuk memaksimalkan pertemuan secara luring atau tatap muka langsung.
“Harapan kami, program ini bisa dijalankan sampai akhir Mei atau paling lambat pertengahan Juni. Jam mengajar juga harus terpenuhi 12 jam,” pesannya.
Salah seorang praktisi, Hartini Mauna, S.Pd., M.Pd mengaku sangat bangga dan bersyukur bisa terlihat dalam program ini. “Kolaborasi yang apik ini memberikan dampak positif kepada mahasiswa, kampus dan praktisi. Kami tentu harus kembali belajar dan meng-update ilmu, sebelum mengajar di kelas,” kata praktisi yang berprofesi sebagai wakil kepala sekolah tersebut. (*)

Comment