Inovasi Virtual Tour Museum Kota Makassar Permudah Mahasiswa Pahami Sejarah dan Budaya Lewat Teknologi

MAKASSAR, SULSELPASTI.COM — Sebagai Proyek Perubahan Nur Rahmiani peserta PKP Angkatan XXI Kota Makassar yang difasilitasi oleh Diskominfo Kota Makassar, Museum Kota Makassar meluncurkan inovasi Virtual Tour Museum.

Proyek ini dirancang khusus untuk membantu mahasiswa, terutama yang berada di Program Pendidikan Sejarah dan bidang kebudayaan, dalam mempelajari sejarah serta budaya Kota Makassar dengan lebih mudah, cepat, dan efisien.

Melalui teknologi virtual yang canggih, mahasiswa kini dapat mengakses peninggalan bersejarah yang sulit dijangkau secara fisik, dengan pengalaman visual yang lebih detail dan mendalam.

Proyek perubahan ini muncul sebagai solusi terhadap tantangan aksesibilitas yang sering kali dihadapi mahasiswa saat ingin mempelajari Sejarah dan Budaya Kota Makassar.

Virtual Tour Museum memungkinkan mahasiswa untuk menjelajahi koleksi dan situs sejarah dari mana saja dan kapan saja hanya dengan beberapa klik.

Teknologi ini menghadirkan gambar peninggalan bersejarah secara lebih nyata, memberikan kesempatan untuk melakukan analisis mendalam tanpa harus hadir langsung di lokasi.

Nur Rahmiati menjelaskan, lewat Virtual Tour, mahasiswa tidak lagi harus mengeluarkan biaya dan waktu ekstra untuk mengunjungi Museum Kota.

“Cukup melalui perangkat digital, mereka dapat mengakses koleksi museum secara virtual dengan kualitas gambar yang luar biasa nyata,” ungkapnya, Selasa (17/9/2024).

Menurutnya, hal ini tidak hanya menghemat biaya transportasi, tetapi juga memungkinkan lebih banyak waktu untuk memahami konteks sejarah di balik setiap artefak.

“Proses pembelajaran menjadi lebih efektif dan efisien, menjadikan sejarah lokal lebih mudah diakses,” sambungnya.

Kepala Dinas Kebudayaan Kota Makassar, Ir. Hj. Andi Herfida Attas yang juga sebagai mentor dalam proyek perubahan ini, menyatakan Virtual Tour Museum ini menjadi langkah besar dalam menghadirkan sejarah secara interaktif.

“Termasuk membuka peluang lebih luas bagi mahasiswa serta masyarakat umum untuk lebih terhubung dengan warisan budaya Makassar,” ujarnya.

Proyek Perubahan Virtual Tour ini mendapat respon positif dari kalangan akademisi dan mahasiswa. “Teknologi ini membuka dimensi baru dalam pembelajaran sejarah, yang lebih adaptif terhadap perkembangan zaman,” puji Bustan S.Pd., M.Pd Kaprodi Pendidikan Sejarah Universitas Negeri Makassar. (*)

Comment