MAKASSAR, SULSELPASTI.COM – Pemerintah Provinsi Sulawesi Selatan resmi memulai pembangunan Rumah Sakit (RS) Regional Wilayah Selatan di kawasan Malino, Kecamatan Tinggimoncong, Kabupaten Gowa. Kehadiran rumah sakit ini diharapkan mampu memperkuat layanan kesehatan rujukan sekaligus mendekatkan akses pelayanan medis bagi masyarakat di wilayah pegunungan dan lintas kabupaten.
Rumah sakit yang menjadi bagian dari program Multiyears Project (MYP) Pemprov Sulsel ini dirancang melayani masyarakat Kabupaten Gowa, Sinjai, Bulukumba, serta daerah sekitar yang selama ini memiliki keterbatasan akses terhadap fasilitas kesehatan rujukan.
Sekretaris Komisi E DPRD Sulawesi Selatan, dr. Fadli Ananda, mengatakan pembangunan RS Regional Wilayah Selatan merupakan wujud komitmen pemerintah dalam menghadirkan pelayanan kesehatan yang lebih mudah dijangkau masyarakat, khususnya yang bermukim di kawasan pegunungan.
“Rumah sakit regional ini dibangun di ketinggian untuk mendekatkan masyarakat pegunungan di Gowa, termasuk masyarakat Kabupaten Sinjai dan Bulukumba yang berbatasan langsung dengan wilayah pegunungan di Gowa. Insya Allah, akses layanan kesehatan akan semakin dekat,” ujarnya di Makassar.
Ia berharap proses pembangunan dapat berjalan sesuai jadwal sehingga rumah sakit tersebut dapat mulai beroperasi pada Agustus 2027.
“Mohon doa agar pembangunan berjalan lancar dan rumah sakit ini segera dapat melayani masyarakat yang membutuhkan,” katanya.
Sementara itu, Dekan Fakultas Kesehatan Masyarakat Universitas Hasanuddin, Ansariadi, SKM., M.Sc.PH., Ph.D., menilai pembangunan RS Regional Wilayah Selatan menjadi langkah penting dalam memperkuat sistem pelayanan kesehatan, khususnya pada layanan kuratif dan rehabilitatif.
Menurutnya, rumah sakit memiliki peran utama dalam memberikan pelayanan pengobatan dan pemulihan bagi masyarakat yang membutuhkan penanganan medis lanjutan.
“Pendirian rumah sakit penting untuk pelayanan yang bersifat kuratif dan rehabilitatif dengan sasaran individu yang sakit. Ini merupakan domain utama rumah sakit,” jelasnya.
Ansariadi menambahkan, keberadaan rumah sakit regional harus menjadi bagian dari penguatan sistem kesehatan secara menyeluruh, sehingga mampu melengkapi layanan promotif dan preventif yang telah dijalankan fasilitas kesehatan tingkat pertama.
Ia juga berharap seluruh kajian teknis dan analisis kebutuhan telah dilakukan secara matang sebelum pembangunan dilaksanakan.
“Harapan saya, seluruh analisis yang diperlukan untuk pendirian RS Regional Wilayah Selatan yang baru saja di-groundbreaking oleh Bapak Gubernur Sulsel telah dilakukan sehingga benar-benar menjawab kebutuhan masyarakat,” tuturnya.
Pembangunan RS Regional Wilayah Selatan didanai melalui program Multiyears Project (MYP) Pemprov Sulsel dengan nilai anggaran sekitar Rp161 miliar dan ditargetkan selesai pada 2027. Rumah sakit ini dirancang sebagai RS Tipe C, namun akan dilengkapi fasilitas kesehatan dan peralatan medis setara RS Tipe B, serta didukung tenaga dokter spesialis untuk meningkatkan kualitas pelayanan kepada masyarakat di wilayah selatan Sulawesi Selatan. (*)

Comment