Parodi “Ibu Pertiwi Menangis” GEMURTI Pampang Bikin Haru Pesta Rakyat Panakkukang

MAKASSAR, SULSELPASTI.COM— Suasana Pesta Rakyat Kecamatan Panakkukang mendadak berubah haru ketika Generasi Muda Kreatif (GEMURTI) Kelurahan Pampang tampil membawakan parodi bertajuk “Ibu Pertiwi Menangis”.

Pertunjukan yang digelar di Lapangan AURI, Kecamatan Panakkukang, Minggu (31/8/2026) malam, tersebut menjadi salah satu penampilan yang mencuri perhatian masyarakat. Anggota DPRD Kota Makassar, Hj Umiyati, turut mendampingi langsung para anggota GEMURTI.

Bukan sekadar pertunjukan hiburan, parodi tersebut dikemas dengan pesan sosial dan kebangsaan. Melalui seni peran dan alur cerita yang kuat, GEMURTI mengajak penonton merenungkan berbagai persoalan yang dihadapi bangsa sekaligus menggugah kepedulian terhadap tanah air.

Sejak adegan awal, perhatian penonton tertuju ke panggung. Ekspresi para pemain, penghayatan terhadap karakter, hingga pesan yang disampaikan membuat suasana pesta rakyat yang semula riuh perlahan berubah menjadi lebih hening dan emosional.

“Ibu Pertiwi Menangis” menjadi simbol kegelisahan terhadap kondisi bangsa. Namun, di balik pesan tersebut, GEMURTI menyelipkan ajakan kepada generasi muda untuk menjaga persatuan, peduli terhadap lingkungan sosial, dan mengambil peran dalam masa depan Indonesia.

Kreativitas anak-anak muda Pampang itu mendapat apresiasi dari Hj Umiyati. Ia mengaku bangga melihat keberanian GEMURTI tampil di hadapan masyarakat sekaligus membawa pesan yang dinilai relevan dengan kehidupan generasi muda.

“Saya sangat bangga melihat anak-anak GEMURTI bisa tampil di depan masyarakat dengan membawa pesan yang begitu kuat. Mereka bukan hanya tampil untuk menghibur, tetapi juga menyampaikan pesan tentang kepedulian terhadap bangsa dan tanah air,” ungkap Hj Umiyati.

Menurut politisi PPP tersebut, kreativitas merupakan salah satu modal penting dalam membentuk karakter generasi muda. Karena itu, anak muda harus diberikan ruang untuk berekspresi, berkarya, berorganisasi, sekaligus menyampaikan gagasan melalui cara-cara kreatif.

“Anak muda harus kita beri ruang. Mereka punya ide, energi dan kreativitas yang luar biasa. Tugas kita adalah mendampingi, memberikan dukungan dan memastikan potensi mereka bisa berkembang,” ujarnya.

Ia berharap GEMURTI tidak berhenti pada satu penampilan. Komunitas tersebut diharapkan terus menjadi ruang positif bagi pemuda Kelurahan Pampang untuk mengembangkan bakat, membangun kepedulian sosial, dan melahirkan karya yang bermanfaat bagi masyarakat.

“Semoga GEMURTI semakin solid, semakin kreatif dan terus melahirkan kegiatan-kegiatan positif. Jangan takut berkarya dan jangan pernah berhenti memberikan yang terbaik untuk lingkungan dan Kota Makassar,” katanya.

Apresiasi serupa disampaikan Lurah Pampang Andi Quandy Ayatullah. Ia menilai penampilan GEMURTI menjadi bukti bahwa pemuda Pampang memiliki potensi besar di bidang seni, kreativitas, maupun kegiatan sosial kemasyarakatan.

Menurutnya, Pemerintah Kelurahan Pampang akan terus mendukung berbagai kegiatan positif yang melibatkan anak muda, terutama kegiatan yang menjadi ruang bagi mereka untuk menyalurkan bakat dan gagasan.

“Ini menjadi kebanggaan bagi kami di Kelurahan Pampang. Anak-anak muda kita mampu tampil dengan penuh percaya diri dan menyampaikan pesan yang sangat menyentuh melalui seni. Tentunya ini harus terus kita dukung,” ungkap Andi Quandy.

Ia berharap GEMURTI mampu menjaga kekompakan dan konsistensinya dalam menghadirkan kegiatan positif. Baginya, energi anak muda akan menjadi kekuatan besar apabila diarahkan pada aktivitas yang produktif dan bermanfaat.

“Anak muda adalah aset penting bagi masa depan. Kalau energi dan kreativitas mereka diarahkan ke kegiatan yang positif, tentu akan memberikan dampak yang luar biasa bagi lingkungan dan masyarakat,” ujarnya.

Tepuk tangan penonton pun pecah ketika pertunjukan berakhir. Malam itu, GEMURTI Pampang membuktikan bahwa seni bukan hanya tentang menghibur, tetapi juga bisa menjadi cara anak muda berbicara—menyampaikan kegelisahan, menumbuhkan kepedulian, dan mengingatkan kembali arti mencintai tanah air. (*)

Comment