DPRD Makassar dan DLH Bahas Penguatan Lingkungan Melalui Kemitraan Kota Hijau

MAKASSAR, SULSELPASTI.COM — Penguatan kualitas lingkungan hidup menjadi salah satu perhatian dalam kegiatan Pengawasan Penyelenggaraan Pemerintahan Daerah Angkatan XI Tahun Anggaran 2026 yang digelar Anggota DPRD Kota Makassar, H. Meinsani Kecca, S.Sos., bersama Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Kota Makassar.

Kegiatan yang berlangsung di Hotel MaxOne Makassar, baru-baru ini, menjadi forum dialog untuk membahas berbagai persoalan lingkungan sekaligus mendorong langkah konkret dalam menjaga keberlanjutan ruang hidup masyarakat perkotaan.

Dalam kegiatan itu, Legislator PPP tersebut menekankan pentingnya sinergi antara pemerintah, masyarakat, dunia usaha, dan pemangku kepentingan lainnya dalam mewujudkan lingkungan Kota Makassar yang lebih hijau dan nyaman.

Menurutnya, pengawasan terhadap penyelenggaraan pemerintahan daerah tidak hanya berkaitan dengan pelaksanaan program, tetapi juga harus diarahkan agar memberikan manfaat yang dapat dirasakan langsung oleh masyarakat.

Sementara itu, Kepala Bidang Keanekaragaman Hayati DLH Kota Makassar, Amanda Syahwaldi, S.STP., MM, memaparkan pengembangan Ruang Terbuka Hijau (RTH) melalui skema kemitraan.

Skema tersebut diarahkan untuk memperluas keterlibatan perusahaan dalam mendukung pengelolaan lingkungan di Kota Makassar, salah satunya melalui Program Kemitraan Kota Hijau.

Program itu mendorong perusahaan berkontribusi melalui Tanggung Jawab Sosial Lingkungan Perusahaan (TSLP), khususnya dalam pengembangan dan penguatan RTH di berbagai wilayah Kota Makassar.

Kemitraan tersebut diharapkan dapat membuka ruang kolaborasi yang lebih luas antara pemerintah dan dunia usaha dalam mendukung pembangunan lingkungan perkotaan.

Keberadaan RTH tidak hanya berfungsi memperindah kawasan perkotaan, tetapi juga memiliki peran dalam menciptakan lingkungan yang lebih sehat dan teduh serta menjaga daya dukung ekologis kota.

Selain pengembangan RTH, kesadaran masyarakat terhadap lingkungan juga menjadi perhatian dalam forum tersebut.

Akademisi Dr. Abdul Malik, S.Pi., M.Si., mengajak masyarakat memulai kepedulian terhadap lingkungan dari lingkup paling dekat, yakni rumah dan pekarangan.

Gagasan “Sayangi Bumi, Sayangi Diri, Satu Pekarangan, Satu Solusi Lingkungan” menjadi salah satu pesan yang disampaikan dalam kegiatan tersebut.

Menurutnya, upaya menjaga lingkungan tidak selalu harus dimulai melalui program berskala besar. Kebiasaan sederhana yang dilakukan secara konsisten di lingkungan tempat tinggal dapat menjadi bagian dari gerakan bersama untuk membangun kota yang lebih berkelanjutan. (*)

Comment