MAKASSAR, SULSELPASTI.COM — Di tengah derasnya arus digitalisasi, pencak silat tradisional tetap menemukan ruang untuk tumbuh dan diwariskan kepada generasi muda. Semangat itulah yang ditunjukkan Keluarga Pencak Silat Nusantara (KPSN) dalam memeriahkan hari ke-13 Festival Olahraga Kota (FORKOT) Makassar 2026, Jumat (30/10/2026).
Kegiatan yang berlangsung di halaman SD Baroangin, Jalan Pannampu, Kecamatan Tallo, ini menjadi ajang bagi para pesilat untuk menunjukkan kemampuan, menjunjung sportivitas, sekaligus memperkuat kecintaan terhadap warisan budaya Nusantara, khususnya tradisi Bugis-Makassar.
FORKOT Makassar 2026 sendiri telah dibuka secara resmi oleh Wali Kota Makassar, Munafri Arifuddin, di Anjungan Pantai Losari pada 17 Oktober 2026. Sejak saat itu, berbagai Induk Organisasi Olahraga (Inorga) di bawah naungan Komite Olahraga Masyarakat Indonesia (KORMI) Makassar terus mengambil bagian dalam menghidupkan semangat olahraga masyarakat.
Dalam perlombaan tersebut, KPSN mempertandingkan tiga kategori utama, baik perorangan maupun beregu. Kompetisi ini tidak hanya menjadi arena unjuk kemampuan, tetapi juga ruang pembinaan untuk melahirkan pegiat silat yang tangguh, disiplin, dan menjunjung tinggi nilai-nilai luhur budaya bangsa.
Ketua Komisi Olahraga Tradisional dan Kreasi Budaya (OTKB) KORMI Makassar, Barly RM, mengapresiasi konsistensi KPSN dalam menjaga eksistensi pencak silat tradisional. Menurutnya, prestasi KPSN yang kerap meraih medali emas dalam Festival Olahraga Nasional (FORNAS) menjadi bukti bahwa olahraga tradisional memiliki potensi besar untuk terus berkembang.
“Kehadiran KPSN dalam FORKOT 2026 ini bukan sekadar untuk memperebutkan gelar juara, melainkan sebagai wadah mempererat tali silaturahmi,” ujar Barly.
Ia menegaskan, pelestarian olahraga tradisional harus berjalan beriringan dengan pembinaan generasi muda. Di tengah perkembangan teknologi yang semakin pesat, pencak silat dapat menjadi sarana menanamkan nilai kedisiplinan, kemandirian, keberanian, dan rasa hormat kepada sesama.
“Pembinaan sejak dini sangat diprioritaskan untuk membentuk karakter generasi muda yang tangguh, mandiri, dan adaptif di tengah gempuran era digitalisasi saat ini,” tegasnya.
Selain menyampaikan pesan tentang pelestarian budaya dan sportivitas, Barly juga mengajak peserta serta masyarakat untuk meningkatkan kepedulian terhadap lingkungan. Ia mengimbau masyarakat membiasakan diri menjaga kebersihan dan memilah sampah agar menjadi bagian dari perilaku positif dalam kehidupan sehari-hari.
Pada kesempatan itu, Barly turut menyampaikan pesan Ketua Umum KORMI Makassar, Andi Ryan Adrianto, yang berhalangan hadir. Menurut pesan tersebut, FORKOT tidak semata-mata menjadi arena kompetisi, tetapi juga sarana pembinaan, edukasi, dan pengenalan olahraga masyarakat kepada khalayak yang lebih luas.
Melalui kegiatan ini, KPSN diharapkan semakin mendekatkan pencak silat tradisional kepada masyarakat sekaligus membuka peluang pembinaan bagi atlet dan pegiat olahraga, terutama dari kalangan generasi muda. Dengan demikian, warisan budaya tidak hanya menjadi cerita masa lalu, tetapi tetap hidup melalui gerak, disiplin, dan semangat generasi penerus.
Apresiasi juga disampaikan Anggota Dewan Guru KORMI Makassar, Abdul Azis Latif. Ia berharap FORKOT Makassar dapat terus diselenggarakan secara berkelanjutan dan memberikan dampak yang semakin besar bagi kemajuan olahraga masyarakat di Kota Daeng.
Dukungan terhadap kegiatan tersebut turut ditunjukkan Lurah Mangasa, Muhammad Nurdyansyah. Ia hadir untuk memberikan semangat kepada para pegiat Inorga yang mewakili Kecamatan Tamalate dalam berbagai perlombaan FORKOT 2026.
“Kami, para lurah di Kecamatan Tamalate, tetap berusaha agar bisa hadir mendampingi Inorga yang mewakili Kecamatan Tamalate dalam perlombaan,” ungkap Muhammad Nurdyansyah.
Partisipasi KPSN dalam hari ke-13 FORKOT Makassar 2026 menjadi pengingat bahwa olahraga tradisional memiliki peran lebih luas daripada sekadar kompetisi. Di dalamnya terdapat nilai perjuangan, persaudaraan, dan identitas budaya yang patut dijaga agar tetap berakar kuat di tengah perubahan zaman. (*)

Comment